Breaking News:

Berita Surabaya

Pedagang Warkop di Surabaya Minta Pemkot Hapus Jam Malam, Satgas: Belum Memungkinkan

Pengusaha warung kopi (Warkop) di Surabaya meminta Pemerintah Kota memperpanjang jam buka. Selama ini, Warkop diharuskan tutup pukul 22.00 WIB.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Koordinator Paguyuban Warkop Surabaya, Achmad Miftachul Ulum dan Husin Ghozali saat ditemui di Surabaya, Rabu (9/6/2021). 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengusaha warung kopi (Warkop) di Surabaya meminta Pemerintah Kota memperpanjang jam buka. Selama ini, Warkop diharuskan tutup pukul 22.00 WIB. 

Menyuarakan hal tersebut, Paguyuban Warkop Surabaya pun menggelar pertemuan dengan Satgas pencegahan Covid-19 Surabaya, Rabu (9/6/2021). Selain paguyuban dan Pemkot, acara ini juga dihadiri Polri, TNI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi). 

"Harapan kami sederhana, kami ingin Pemkot mencabut peraturan jam malam terhadap warkop," kata Koordinator Paguyuban Warkop Surabaya, Achmad Miftachul Ulum di forum. 

Menurut pria yang akrab disapa Cak Ulum ini, ini merupakan bagian dari relaksasi. "Kami sudah susah payah selama pandemi. Harapan dari pelaku warkop, jam bukanya bisa lebih lama," katanya. 

Ia menerangkan, selama pandemi omset menurun tajam. Bahkan, kurang dari 50 persen dibanding sebelum pandemi. 

Selama buka di masa pandemi, Cak Ulum memastikan pihaknya mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Misalnya, mengurangi kapasitas pengunjung hingga menyiapkan satgas mandiri. 

"Kalau biasanya bangku yang kami siapkan 15, selama pandemi kami hanya menaruh 7 bangku. Kami juga sosialisasi proses melalui pengeras suara 5 menit sekali," katanya. 

Baca juga: Tak Ada yang Percaya Ucapan Bu Tien Sebelum Wafat, Petunjuk Kekuasaan Soeharto Bakal Berakhir

Dengan menjalankan prokes ketat, pihaknya menglaim tak ada cluster penularan Covid-19 di Warkop. "Selama buka di siang hari, aman-aman saja. Kenapa tidak dilanjutkan di malam hari?," katanya. 

Perwakilan Paguyuban lainnya, Husin Ghozali menambahkan, ada efek ikutan yang terdampak apabila Warkop bisa buka lebih lama. Di antaranya, pekerja Warkop, hingga mitra usaha. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved