Breaking News:

Berita Sidoarjo

Tidak Semua Peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 di Sidoarjo Gratis

Tidak semua warga Sidoarjo bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Karena tidak semua warga yang berstatus peserta BPJS Kesehatan kelas tiga

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim.com/M Taufik
Bupati Sidoarjo bersama BPJS Kesehatan Sidoarjo saat melakukan penandatanganan kerjasama dalam program Universal Health Coverage, Senin (31/5/2021) 

Reporter : M Taufik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Tidak semua warga Sidoarjo bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Karena tidak semua warga yang berstatus peserta BPJS Kesehatan kelas tiga itu iurannya ditanggung oleh Pemkab Sidoarjo.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Kayan, yang ditanggung APBD hanya sekira 270.000 warga. Yakni mereka yang selama ini belum memiliki asuransi alias belum tercover BPJS Kesehatan.

Pemkab Sidoarjo mengalokasikan dana sekira Rp 14 miliar setiap bulan untuk itu.

“Yang selama ini sudah punya BPJS Kesehatan, termasuk mandiri, perusahaan, dan sebagainya, tetap bayar seperti biasa,” kata Kayan usai rapat bersama Pemkab Sidoarjo dan BPJS Kesehatan di gedung dewan, Selasa (8/6/2021).

Hal itu bertentangan dengan pemahaman banyak masyarakat terkait program Universal health Coverage (UHC) yang digembar-gemborkan Pemkab Sidoarjo, yang menyebut bahwa warga cukup menunjukan KTP Sidoarjo bisa berobat gratis.

Selain itu, di sela penandatanganan kerjasama Pemkab Sidoarjo dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu, juga disebut-sebut peserta BPJS Kesehatan kelas 3 gratis alias tidak perlu membayar lagi karena tagihannya ditanggung APBD Sidoarjo.

“Yang gratis hanya untuk 270.000 warga itu saja. Lainnya tidak. Tadi dalam pertemuan itu, penjelasan dari Pemkab dan BPJS Kesehatan juga demikian. Tidak semua gratis,” tandas politisi Partai Gerindra tersebut.

Baca juga: Warga Sidoarjo Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Juni 2021, Cukup Tunjukkan KTP, Langsung Dilayani

Bahkan, dalam pertemuan ini pihaknya juga mewarning potensi jebolnya APBD jika jika pembiayaan untuk program UHC tidak dimanage dengan baik. Karena ada potensi besar, peserta BPJS kelas 3 yang selama ini mandiri, ikut perusahaan, bahkan peserta BPJS Kesehatan kelas 2, juga ikut pindah ke program ini.

Jika itu semua terjadi, potensi anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai kisaran Rp 400 miliar pertahun. Dan angka tersebut dirasa tidak mungkin untuk kekuatan APBD Sidoarjo saat ini.

Di sisi lain, masyarakat sudah banyak yang bertanya. Bagaimana cara bisa mendapat BPJS Kesehatan Gratis dari Pemkab Sidoarjo tersebut, tapi sayangnya sejauh ini format pendaftaran, teknis perpindahan, dan sebagainya juga belum pasti.

Disebut bahwa untuk bisa tercover dalam program ini harus daftar ke Dinas Sosial. Tapi menurut Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Tirto Adi, skema pindah atau turun kelas untuk masuk dalam cover BPJS geratis itu masih belum diputuskan.

“Masih perlu pembahasan yang lebih detail bersama dengan semua OPD (organisasi perangkat daerah) lain, serta bersama instansi terkait,” kata Tirto Adi kepada TribunJatim.com.

Berita tentang berobat gratis

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved