Breaking News:

Berita Bondowoso

Kasus Langka di Bondowoso, Seorang Warga Tamansari Suspek Leptospirosis, Dinkes Bakal Berlakukan KLB

Seorang warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso suspek leptospirosis. Dinas kesehatan bakal memberlakukan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB).

TribunJatim.com/Danendra Kusuma
Haris Ahmadi, Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinas Kesehatan Bondowoso.  

Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO -  S (52) warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso diduga terserang leptospirosis.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans yang disebarkan lewat urine hewan, tak terkecuali tikus.

Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, Haris Ahmadi mengatakan, lokasi kerja S diduga menjadi faktor risiko penularan leptospirosis.

Pasalnya S merupakan buruh tani, tugasnya tiap hari mengairi sawah.

Tempat kerjanya di persawahan diketahui merupakan salah satu habitat tikus.

Baca juga: RS Kilisuci Kota Kediri Segera Diresmikan Menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C

Leptospirosis masuk ke tubuh manusia di antaranya lewat luka pada kulit dan mulut.

"Ketika ditanya, dia jarang membawa minum saat bekerja. Ia meminum air sungai dan sawah. Air itu diduga tercemari air kencing atau kotoran tikus yang mengandung bakteri leptospira," katanya, Kamis (10/6/2021).

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu, S mengalami gejala demam panas, mata merah, tubuh kuning, dan nyeri perut selama seminggu.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved