Breaking News:

Berita Kota Batu

Ketua Komnas PA Datangi Polda Jatim, Beri Data Tambahan Kasus yang Diduga Terjadi di SPI Kota Batu

Ketua Komnas PA kembali mendatangi Polda Jatim. Arist Merdeka Sirait sebut empat pengelola Sekolah SPI Kota Batu mengetahui kejadian sebenarnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Ketua Komisi Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menjelaskan laporannya ke Polda Jatim terkait dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sekolahan ternama di Kota Batu, Sabtu (29/5/2021). 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kembali mendatangi Polda Jatim, Kamis (10/6/2021).

Kedatangannya kali ini untuk memberikan informasi tambahan kepada penyidik Ditreskrimum Polda Jatim terkait kasus dugaan tindak pidana pelecehan seksual dan eksploitasi ekonomi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu.

"Jadi, kehadiran saya untuk menambahkan informasi selain terduga JE yang kami laporkan tapi ada tambahan, ada 14 yang sudah di BAP dan yang sudah divisum, ada empat pengelola di sana sebagai orang yang mengetahui. Tentu nama-nama nanti akan kami sampaikan," kata Arist, Kamis (10/6/2021).

Ini artinya, lanjut Arist, ada empat saksi dari pengelola yang mengetahui langsung kejadian. Oleh karena itu, diharap kasus ini bisa langsung ke tahap penyidikan. 

Lantaran, dengan adanya data tambahan yang dilaporkannya, dua alat bukti sebagai syarat dimulainya penyidikan bisa terpenuhi. 

"Deliknya sudah ada dan persetujuan dari kejaksaan tinggi, jadi sudah keluar dari Polda. Kalau dikatakan enggak ada yang mengetahui itu bohong, itulah kehadiran saya untuk menambahkan. Supaya dua alat bukti cukup. Ketika saya sudah membaca surat permohonan penyidikan itu berarti dua alat bukti bisa memenuhi unsur itu," terangnya. 

Baca juga: Kawal Dugaan Kekerasan Seksual dan Eksploitasi Ekonomi Sekolah SPI Kota Batu, Komnas PA Gandeng LPSK

Ia turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Jatim. Setelah itu, akan ditentukan terlapor dan pengelola itu dijadikan tersangka atau saksi saja. 

Terkait pendampingan terhadap para korban, Arist menyatakan, mereka sekarang dalam posisi aman.

Ia berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kemudian Koalisi Children Protection Malang Raya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved