Breaking News:

Berita Jember

Pinjaman Online Jadi Kasus Terbanyak Kedua yang Masuk ke BPKN, Hati-hati Pada Tawaran 'Manisnya'

Laporan kasus pinjaman online menjadi kasus terbanyak kedua yang masuk ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional. Haris Munandar ingatkan ini.

Istimewa/Humas Unej
Ketua Komisi Kerjasama dan Kelembagaan BPKN Haris Munandar (kiri). 

Reporter: Sri Wahyunik | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Laporan kasus pinjaman online (Pinjol) menjadi kasus terbanyak kedua yang masuk ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Kerjasama dan Kelembagaan BPKN Haris Munandar saat berada di Universitas Jember, Kamis (10/6/2021).

Oleh karena itu, Haris Munandar meminta masyarakat berhati-hati pada tawaran “manisnya” pinjaman online tersebut.

Sebab praktik pinjaman online hingga saat ini terus memakan korban.

Kini, beberapa konsumen pinjaman online justru harus melunasi hutang berikut bunganya yang sangat besar dan memberatkan.

Baca juga: Nasib Mujur Mantan Guru TK di Malang, Utang di 5 Pinjol Dianggap Lunas, Kini Dapat Modal Buka Usaha

“Laporan kasus terkait pinjaman online menjadi kasus terbanyak kedua yang masuk ke BPKN. Sayangnya hampir semua pinjaman online yang dilaporkan bermasalah adalah ilegal yang tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujar Haris usai melakukan penandatanganan kerjasama antara BPKN dengan Universitas Jember di aula lantai III Gedung Rektorat Unej, Kamis (10/6/2021).

Menurut Haris, hampir semua pinjaman online yang ilegal jelas-jelas merugikan konsumen.

Namun sayangnya tidak banyak masyarakat yang menyadari potensi kerugian yang akan timbul setelah mereka mengambil pinjaman.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved