Berita Nganjuk

Sudah Bayar Biaya Parkir Berlangganan, Warga Nganjuk Keluhkan Masih Ditarik Uang Retribusi Jukir

Sudah bayar biaya parkir berlangganan, warga Nganjuk keluhkan masih ditarik uang retribusi oleh jukir. Dinas Perhubungan beri penjelasan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Parkir kendaraan bermotor di Nganjuk yang seringkali dikeluhkan warga, karena ditarik retribusi, meski sudah berlangganan parkir, Selasa (8/6/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Warga keluhkan masih adanya pungutan retribusi parkir kendaraan di pusat Nganjuk.

Ini setelah adanya Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum yang di antaranya mengatur parkir berlangganan, belum diikuti sepenuhnya oleh juru parkir (jukir).

Warga Kabupaten Nganjuk, Ninik mengaku setiap parkir kendaraan roda dua di Jalan Ahmad Yani Nganjuk tetap dipungut biaya parkir.

Biaya parkir yang dibayarkan pada jukir tersebut besarannya tidak pasti.

"Biasanya kami bayar Rp 2 ribu, tapi kalau tidak bayar parkir, biasanya jukir menunjukkan wajah kecewa," kata Ninik, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Ninik, sebenarnya ketika membayar pajak kendaraan bermotor sudah termasuk biaya parkir berlangganan.

Biaya parkir berlangganan tersebut tidak bisa dihindari karena sudah langsung dimasukkan dalam tagihan tambahan pembayaran dari biaya pajak.

"Tapi herannya seolah biaya parkir berlangganan itu tidak berlaku meski telah kami bayar setiap tahun. Karena setiap parkir di mana saja di Nganjuk masih saja ditarik biaya parkir lagi," ucap Ninik.

Sedangkan sesuai Perda nomor 3 tahun 2011, biaya parkir berlangganan yang dibayar pemilik kendaraan saat membayar pajak tahunan untuk sepeda motor sebesar Rp 15.000, kendaraan roda empat hingga kendaraan besar sebesar Rp 20.000-Rp 25.000.

Baca juga: Seleksi Calon Direksi dan Calon Dewan Pengawas Perumda Aneka Usaha Nganjuk Masuki Tahap Akhir

Selain itu, mengacu pada Perda 3/2011 ada dua hal yang diatur dalam retribusi parkir, yakni parkir berlangganan dan parkir konvensional.

Untuk kendaraan yang memiliki kode pelat Kabupaten Nganjuk bisa melakukan parkir berlangganan. Sedangkan untuk parkir konvensional besaran biaya yang dikenakan untuk kendaraan roda 2 sebesar Rp 500 dan untuk kendaraan roda 4 sebesar Rp 1000, untuk bus kecil dan mobil barang seperti truk atau kendaraan di atasnya dikenakan biaya sebesar Rp 1.500.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro mengatakan, apa yang dibayarkan kepada jukir oleh pemilik kendaraan setelah parkir itu bukanlah pungutan retribusi, tetapi itu uang sukarela.

Warga Nganjuk pemilik kendaraan tidak wajib memberikan uang parkir dengan menunjukkan stiker parkir berlangganan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved