Breaking News:

Berita Jatim

Upaya Gali Potensi Sumber Listrik Dari Energi Bauran, Dinas ESDM Jatim Siapkan Aplikasi DIMAS EBA

Dinas ESDM sesuai arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa terus genjot peningkatan pengelolaan energi di Jawa Timur. Sosialisasi DIMAS EBA.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kabid Energi Dinas ESDM Jatim, Oni Setiawan saat memaparkan terkait Aplikasi DIMAS EBA (digitalisasi informasi energi baru dan terbarukan), Kamis (10/6/21) di Ruangan Kristal ESDM Jatim. 

Reporter: Fikri Firmansyah |Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya dalam meningkatkan pengelolaan energi di Jawa Timur yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Hal tersebut guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Pada hari ini, Kamis (10/6/2021) telah dilaksanakan Sosialisasi Capaian Bauran Energi Bari dan Terbarukan (RUED) dan sosialisasi aplikasi DIMAS EBA (digitalisasi informasi energi baru dan terbarukan).

Kegiatan ini dibuka secara virtual oleh Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Drajat Irawan dan turut diikuti secara langsung oleh Sekdis ESDM Jatim, Didik Agus Wijanarko, Kepala Bidang Energi ESDM Jatim, Oni Setiawan, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Plt Kadis ESDM Jatim, Drajat Irawan mengatakan bahwa energi merupakan kebutuhan utama manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Wacana Airlangga-Khofifah di Pilpres 2024 Kembali Muncul, Golkar Jatim Sebut Bisa Jadi Kebanggaan

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya jumlah penduduk, peranan energi sebagai pendukung pembangunan ekonomi menjadi sangat penting, maka dalam pengelolaannya harus secara efektif, rasional, dan bijaksana agar kebutuhan energi pada masa sekarang dan masa yang akan datang dapat terpenuhi.

“Kondisi saat di Jawa Timur total konsumsi energi listrik Timur sebesar 35.838 GWh, pengguna energi listrik terbesar adalah sektor Industri mencapai 44%, selanjutnya sektor Rumah Tangga 37%, Perdagangan/usaha 13%, dan Sosial 6%,” urai Drajat menjelaskan.

Sementara itu, ketersediaan Listrik di Jawa Timur di peroleh dari Pasokan PLTU, PLTGU, dan PLTA dengan jumlah daya dari pembangkit sebesar 8.839 MW yang tersambung ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan Beban Puncak sebesar 5.716 MW.

Halaman
123
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved