Breaking News:

Berita Nganjuk

Cetak SDM Unggul, Pemkab Nganjuk Gelar Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy

Sebagai upaya mencetak SDM yang unggul, Pemkab Nganjuk gelar pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat membuka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy yang digelar Kementerian Kominfo di Kabupaten Nganjuk, Rabu (9/6/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Upaya penciptaan sumber daya manusia (SDM) unggul dilakukan Pemkab Nganjuk melalui pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).

Hal ini karena teknologi digital menjadi salah satu yang dibutuhkan dalam pengembangan SDM unggul di era modern.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya mendukung penuh atas berlangsungnya DEA tersebut.

Apalagi, kegiatan itu merupakan upaya dalam mencetak wirausahawan andal, berkualitas dan berdaya saing. Termasuk dalam rangka mendukung transformasi digital teknologi revolusi industri 4.0.

"Makanya, kami mendukung penuh untuk manjadikan SDM yang unggul demi kemajuan bersama dalam membangun Kabupaten Nganjuk ini," kata Marhaen Djumadi, Rabu (9/6/2021).

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, para peserta pelatihan DEA di Kabupaten Nganjuk diharapkan memahami dan mengerti akan pentingnya digitalisasi bagi para wirausahawan untuk berkreativitas dan berinovasi.

Apalagi tiga kunci sukses wirausahawan yakni harus berani mencoba, berani gagal dan berani sukses.

"Tentunya dengan keberanian untuk melatih diri mempelajari teknologi digital akan bisa mengembangkan diri dengan kreativitas dan inovasi," ucap Marhaen Djumadi.

Baca juga: Sudah Bayar Biaya Parkir Berlangganan, Warga Nganjuk Keluhkan Masih Ditarik Uang Retribusi Jukir

Sementara Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya, Eka Handayani mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 hingga saat ini sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi. Baik industri kecil maupun menengah. Di mana berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 58,95 persen perusahaan yang masih bertahan dan beroperasi. Namun sebanyak 8,75 persen berhenti beroperasi karena secara tidak langsung terdampak pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved