Berita Surabaya

Gagal Jadi Dokter Spesialis, Bu Iyat Justru Jadi Rektor Perempuan Pertama Unitomo Surabaya

Terpilihnya Dr Siti Marwiyah SH MH menjadi Rektor Perempuan pertama Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya mengharuskan dirinya berkerja keras untu

Penulis: Zainal Arif | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Dr Siti Marwiyah SH MH Rektor Perempuan Pertama di Unitomo 

Reporter : Zainal Arif | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terpilihnya Dr Siti Marwiyah SH MH menjadi Rektor Perempuan pertama Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya mengharuskan dirinya berkerja keras untuk membuktikan diri.

Rektor kampus kebangsaan dan kerakyatan ini menyampaikan sejumlah program kerja agar Unitomo dapat meraih cita-cita menjadi Universitas Unggul.

Gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, menjadi satu diantara lika-liku perjalanan hidupnya. Bagaimana Kisahnya? Simak hasil wawancara eksklusif Wakil Pemimpin Redaksi Harian Surya Tri Mulyono dengan Bu Iyat.

Harian Surya : Memikul beban berat sebagai seorang pemimpin kampus Unitomo ditengah Pandemi Covid-19, Apa yang dirasakan saat terpilih menjadi rektor?

Bu Iyat : Kami menyadari dimasa Pandemi perjalanan perguruan tinggi akan berbeda dengan sebelum Covid-19. Kami harus memiliki banyak strategi dan mengikuti kebijakan-kebijakan dari DIKTI dan Kemendikbud dengan mengunakan sistem.

Oleh karena itu, Universitas Dr Soetomo merencanakan Smart Kampus dimana segala proses pelayanan, pembelajaran, hingga admistrasi semuanya harus masuk ke era digital.

Harian Surya : Selama Pandemi 1 tahun lebih, apa ada kejadian unik ketika menangani proses pendidikan yang sebagaian besar dijalankan secara daring?

Bu Iyat : Kebetulan Unitomo ini sejak tahun 2017 itu sudah menjalankan program e-learning meski hanya 40 persen.

Meski terbilang siap, awal-awal kami sempat mengalami down karena kurangnya prasarana. Namun tak berselang lama tim IT kami berhasil menangani hal tersebut. Sekarang semua sudah terkonekting jadi ketika kami membuka soal sudah ada nilai yang masuk secara otomatis.

Baca juga: Cerita Siti Marwiyah Tak Pernah Terfikir dari Dosen Fakultas Hukum Jadi Rektor Unitomo Surabaya

Harian Surya : Apa yang disiapkan Unitomo agar mahasiswa yang lulus nantinya dapat terserap dilapangan pekerjaan?

Bu Iyat : Kami merubah kurikulum untuk menyeimbangkan antara teori dan praktek. Tentu kami juga mengikuti sistem yang sudah ada dari Kemendikbud maupun Dikti.

Kita juga ada kerjasama dengan DUDI dan beberapa perusahaan maupun instansi pemerintah. Kami akan menitipkan mahasiswa kami untuk magang supaya diberi pelatihan sebagai pembekalan ketika dia lulus nanti sudah memiliki pengalaman.

Harian Surya : Bidang IT mengalami peningkatan dimasa Pandemi, sejauh mana kesiapan para alumni di Unitomo?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved