Breaking News:

Berita Jatim

Jatim Siap Tingkatkan Ekonomi Lokal Lewat Potensi Industri Olahan Kayu

Salah satu sektor pengembangan ekonomi lokal adalah dengan memanfaatkan potensi alam sebagai bahan baku menjadi barang jadi lewat industri

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
(ki-ka) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan saat mendampingi Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga untuk menengok hasil IKM Kayu Jatim, beberapa waktu yang lalu 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Salah satu sektor pengembangan ekonomi lokal adalah dengan memanfaatkan potensi alam sebagai bahan baku menjadi barang jadi lewat industri.

Sektor industri sendiri memang diyakini sebagai sektor yang mampu memimpin sektor lain untuk memajukan sebuah perekonomian.

Berdasarkan laporan Kemenperin, sepanjang triwulan II tahun 2020 kemarin, sektor industri masih memberikan kontribusi terbesar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan peranan mencapai 19,87 persen.

Di Jawa Timur pun banyak pula daerah yang memanfaatkan potensi alam sebagai bahan baku industri.

Misalnya saja Kota yang punya motto Sura Dira Satya Pati yakni Kota Pasuruan.

Terkenal sebagai daerah sentra mebel, potensi Pasuruan juga sangat besar dalam ikut serta meningkatkan ekonomi lokal.

Terlebih Kota Pasuruan juga didukung oleh Unit Pelayanan Teknik Industri (UPTI) Kayu dan Produk Kayu yang berada dibawah naungan Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan bahwa pengembangan ekonomi lokal melalui industri olahan kayu selaras dengan semangat Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk meningkatkan  potensi pasar lokal maupun ekspor bagi industri olahan kayu yang masih sangat terbuka lebar.

Baca juga: Kembangkan Entrepreneur Muda, PT. MMI Kunjungi Mantan Pemenang MEA 2020, Tetap Diajak Berkreasi

“Sesuai arahan Ibu Gubernur kemarin saat berkunjung ke UPTI Kayu dan Produk Kayu Pasuruan, kedepannya akan ada Plaza Mebel dengan desain yang modern sebagai daya tarik dan referensi bagi masyarakat luas untuk datang ke Jatim. Kemudian juga akan dibangun SMK perkayuan yang fokus pada pendidikan industri kayu,” urai Drajat kala ditemui TribunJatim.com, Jumat (11/6/21) di Surabaya.

Pengembangan sarana dan prasarana serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengembangan ekonomi lokal yang berdampak pada kontribusi pendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah, peningkatan kualitas dan pendapatan IKM olahan kayu, serta terbentuknya jaringan kerja kemitraan yang bermuara pada percepatan pemulihan ekonomi Jawa Timur.

Untuk mendukung peningkatan kualitas produk olahan kayu milik para IKM, Drajat berkata bahwa sejumlah pelatihan, layanan permesinan, serta showroom telah dipersiapkan oleh UPTI Kayu dan Produk Olahan Kayu Pasuruan.

Beberapa pelatihan yang dilakukan antara lain adalah pelatihan teknik manufaktur furniture kayu, peningkatan teknik finishing mebel, pemanfaatan limbah kayu, pelatihan teknik pengeringan kayu, pelatihan teknik desain mebel, dan pelatihan e-commerce.

Sedangkan untuk layanan permesinan telah disiapkan sejumlah peralatan antara lain single spindle moulder, single spindle planer, double spindle planer, hand feed planer, high speed router, universal belt sanders, knife grinder, circular saw, klin dry, dan mesin industri kayu lainnya.

“Pemanfaatan limbah kayu juga dilakukan untuk mendukung konsep industri ramah lingkungan. Pemanfaatan yang dilakukan antara lain adalah penggunaan serbuk kayu kasar untuk bahan dempul, sedangkan untuk serbuk halus bisa digunakan untuk ternak ayam atau bahan bakar,” jelas Drajat.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved