Breaking News:

Berita Surabaya

Tertangkap, Penganiaya Bocah di Surabaya Menangis, Ngaku Tak Tega Hantam Korban Pakai Paving

Setelah 14 hari pascakejadian penganiayaan JM (12) yang tinggal di Kupang Krajan Surabaya, unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya

TribunJatim.com/ Sugiharto
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian meminta keterangan pada tersangka pembunuhan anak usai diringkus di Tangerang, Jumat (11/6/2021). 

Reporter: Firman Rachmanudin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah 14 hari pascakejadian penganiayaan JM (12) yang tinggal di Kupang Krajan Surabaya, unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil membekuk pelakunya.

Tersangka tak lain adalah Wahyu Buana Putra Morita (46) warga Garut yang indekos di Kupang Krajan V-A, Surabaya, ditangkap di sebuah masjid di Tangerang, Banten. 

Tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki kanannya setelah mencoba melarikan diri saat ditangkap.

Polisi sempat kesulitan mencari keberadaan tersangka. Ini dikarenakan ia berpindah-pindah tempat ketika pelariannya. 

Hingga akhirnya ia ditemukan berada di Masjid Al-Araaf, Pamulang, Banten, bersama kedua anaknya di masjid tersebut. 

"Tersangka ini tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia beristirahat di toko atau masjid," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, Jumat  (11/6/2021).

Hasil penyidikan, tersangka mulanya melihat korban bersama anaknya bermain ponsel di rumah kosnya.

Saat itu, timbul niat tersangka untuk merampas ponsel korban guna dijual sebagai modal pulang ke Garut, Jawa Barat.

Hingga akhirnya ia menghantamkan paving blok yang diambil dari depan kos ke korban. 

Halaman
123
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved