Breaking News:

Berita Malang

Calon PMI BLKLN PT CKS Meninggal Saat Malam Lebaran, BP2MI : Kami Serahkan Kasusnya Ke Kepolisian

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menyerahkan kasus calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) BLKLN PT Central Karya Semesta (CKS)

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar Adi Sagita
tribunjatim/kukuh
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menyerahkan kasus calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) BLKLN PT Central Karya Semesta (CKS) meninggal dunia ke pihak kepolisian.

Informasi meninggalnya salah satu calon PMI itu, berasal dari video pengakuan salah satu korban yang terjatuh usai kabur dari lantai empat BLKLN PT CKS setinggi 15 meter, pada Rabu (9/6/2021) malam.

Dalam video itu, korban mengatakan ada calon PMI yang meninggal dunia di dalam PT CKS saat malam lebaran.

Namun, korban dan teman-temannya disuruh diam. Kalau berbicara, maka akan mendapatkan hukuman.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota.

"Tadi sudah kami sampaikan ke Kapolresta Malang. Mudah-mudahan kasusnya yang sekarang ditangani, bisa menjadi pintu masuk (untuk melakukan penyelidikan calon PMI yang meninggal dunia)," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (12/6/2021).

Ia pun menjelaskan, tentang kejadian meninggalnya calon PMI BLKLN PT CKS tersebut.

"Dulu ada peristiwa meninggal dunia calon PMI. Kesaksian rekan-rekannya, meninggal dunia di BLK. Namun, mereka dipaksa untuk tutup mulut. Dan perusahaan mengaku, bahwa calon PMI itu meninggal dunia di rumah sakit," terangnya.

Benny juga mengungkapkan, rekan-rekan sesama calon PMI telah menggalang iuran. Untuk memberikan pengobatan bagi calon PMI tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Melihat Deretan Poster Musisi Nusantara Pecinta Alam di Lobby Balaikota Malang

"Beberapa PMI yang merupakan teman dari PMI yang meninggal dunia, bahkan iuran Rp 50 ribu-Rp 100 ribu untuk memberikan pengobatan. Jadi, perusahaan tidak memberikan pengobatan kepada
PMI hingga meninggal dunia. Dan hal itu (kasusnya), telah kami serahkan ke kepolisian," jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, masih ada ratusan calon PMI berada di dalam BLKLN PT CKS tersebut.

"Ada sekitar 120 calon PMI masih ada disana," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved