Breaking News:

Berita Mojokerto

Perbaikan Jalan dan Jembatan Tahap Pertama Senilai Rp 20 M di Kabupaten Mojokerto Terancam Molor

Pengerjaan perbaikan jalan dan jembatan tahap pertama sebanyak 20 titik di wilayah Kabupaten Mojokerto terancam molor.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Doni
Kondisi jalan dan jembatan terputus di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pengerjaan perbaikan jalan dan jembatan tahap pertama sebanyak 20 titik di wilayah Kabupaten Mojokerto terancam molor.

Padahal sesuai rencana perbaikan jalan dan jembatan yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kurang lebih Rp 120 miliar tersebut ditargetkan pada pertengahan Juni 2021, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Henri Surya menjelaskan rencananya ada 20 titik pembangunan tahap satu dari total 33 proyek perbaikan jalan dan jembatan di Kabupaten Mojokerto Tahun 2021.

Adapun progress pengerjaan perbaikan jalan dan jembatan tahap pertama kini masih dalam proses lelang yang ditargetkan selesai, pada awal Juli ini. 

"Paling tidak satu satu bulan dalam proses lelang untuk tahap satu yaitu 20 paket perbaikan jalan dan jembatan setelah itu realisasinya diperkirakan pada akhir Juli 2021," ungkapnya kepada Surya.co.id ( grup TribunJatim.com), Sabtu (12/6/2021).

Henri menjelaskan salah satu pembangunan tahap pertama difokuskan untuk perbaikan jalan ambles dan jembatan putus di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Adapun biaya tahap pertama sebanyak Rp 120 miliar dari anggaran proyek pelebaran jalan Jatirowo- Cinandang sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2020.

"Pengerjaan seluruh perbaikan jalan dan jembatan tahap pertama pada 20 titik diperkirakan rampung selama empat bulan sampai lima bulan," jelasnya.

Henri mengaku adapun kendala terkait realisasi perbaikan jalan dan jembatan tahap pertama ini lantaran terbentur proses perencanaan dan pengajuan anggaran melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). 

Namun, dia memastikan perbaikan jalan dan jembatan tahap dua berjumlah 13 paket bakal realisasi tepat waktu.  

"Jadi setelah realisasi tahap pertama kemungkinan nanti tahap kedua 13 titik pengerjaan perbaikan jalan dan jembatan akan kami masukkan dalam Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP) sekitar pertengahan Juli 2021," ucap Henri.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved