Breaking News:

Terabas Wisata Alam di Malang Pakai Yamaha WR 155, Nyaman Nyata, 'Naik Turun Riding Tetap Stabil'

13 Kepala Desa asal Kecamatan Pakis pakai Yamaha WR 155, trabas Alas Mbahgor, Warung Dewi Sri dan Coban Jahe. Nyaman 'naik turun riding, stabil'.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Para peserta ngalas bareng WR di Malang yang terdiri dari 13 Kepala Desa asal Kecamatan Pakis Malang dan Awak Media desk Otomotif di Jatim saat tengah melintasi hutan lebat Alas Mbahgor. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 13 Kepala Desa asal Kecamatan Pakis, Malang dan 5 awak media desk otomotif asal Jawa Timur (Jatim) diajak oleh PT STSJ ( Yamaha Jatim ) melakukan aktivitas ngalas mengunjungi sejumlah wisata alam yang ada di Malang, mengendarai Yamaha WR 155, Sabtu (12/6/2021).

Ada tiga tempat wisata alam yang di kunjungi dalam aktivitas terabas itu, yakni Alas Mbahgor, Warung Dewi Sri dan Coban Jahe.

Indahnya pemandangan hutan lebat yang di penuhi Pohon Cemara dan Jati di Alas Mbahgor, hamparan sawah luas di sekitar Warung Dewi Sri dan Air Terjun serta rimbunnya pohon cemara di Alas Jahe menjadi hiburan tersendiri bagi peserta.

Rute offroad yang terbilang cukup medium tak membuat mereka lelah saat tiba di tiga lokasi wisata alam itu.

Salah satu peserta, Handi yang merupakan jurnalis otomotif OtoJatim mengaku wisata alam yang dikunjungi pada acara ngalas ini senyaman dengan Yamaha WR 155.

"Lihat saja indahnya hamparan sawah yang ada di Warung Dewi Sri seolah seperti berada di Gianyar Bali. Ini surga lokal Jatim. Tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati touring sambil dapat bonus hamparan sawah hijau seperti ini," ungkap pria berkaca mata itu kepada TribunJatim.com, Sabtu (12/6/2021).

Soal kenyaman WR 155, Handi mengatakan telah terbukti nyata.

"Tadi selama perjalanan ada jalanan gundukan lumpur sepanjang 300 meter, sempat ketar-ketir jatuh, tapi suspensinya ngebantu sekali buat melewatinya. Benar-benar nyaman," kata Handi.

Menurut Handi, meski Yamaha masih percaya diri dengan suspensi teleskopik berdiameter 41 mm, untuk mengawal redaman pada bagian depan dan model suspensi ini bisa dibilang model konvensional layaknya motor pada umumnya, tetapi buktinya mampu diajak geber gila-gilaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved