Breaking News:

Berita Jatim

Banyak Warga Kaget Ada Tes Covid-19 di Suramadu, Cerita Petugas Penyekatan Ekstra Sabar Edukasi

Sekitar 100 orang personel gabungan disiagakan dalam proses penyekatan tes kesehatan; rapid test antigen mengantisipasi penularan Covid-19 di gerbang

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Saat petugas melakukan proses pemeriksaan para pengendara di gerbang sisi Surabaya, Jembatan Suramadu -- 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Sekitar 100 orang personel gabungan disiagakan dalam proses penyekatan tes kesehatan; rapid test antigen mengantisipasi penularan Covid-19 di gerbang sisi Surabaya, Jembatan Suramadu.

Jumlah petugas tersebut belum termasuk keseluruhan anggota tenaga kesehatan (Nakes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya yang menangani tes kesehatan, selama lima shift.

Bila jumlah keseluruhan nakes dilibatkan, diperkirakan hampir 200 orang petugas dari berbagai unsur, terlibat selama proses screening kesehatan dalam satu kali shift kerja.

Berjaga sebagai petugas di posko kesehatan di pintu keluar Jembatan Suramadu, sisi Surabaya, bukan cuma perkara menghentikan setiap pengendara yang hendak melintas untuk diminta mengikuti tes kesehatan; rapid test antigen, yang disusul dengan swab test PCR.

Ternyata, tak semua dari para pengendara yang akan melintas itu, memahami; apa itu tes kesehatan antisipasi Covid-19. Bahkan, masih ada segelintir warga yang masih belum memahami adanya situasi Pandemi Covid-19.

Kalau sudah terlanjur begitu. Biasanya kerja petugas malah makin menantang dan makin menyita waktu. 

Sebelum mengajak para pengendara untuk turun dari kendaraannya, untuk ke area tes kesehatan bersama para nakes, petugas harus mengedukasi mereka.

Butuh waktu dan stok rasa sabar yang mencukupi. Pasalnya, situasi rumit semacam itu tak jarang terjadi di siang bolong, saat terik matahari menyengat seakan memanggang kulit. 

Tersulut amarah sedikit, sampai menyebabkan intonasi suara meninggi. Salah-salah, ucapan remeh petugas semacam itu dianggap mengintimidasi, yang berpotensi membuat para pengendara berbalik naik pitam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved