Breaking News:

Berita Gresik

Begini Kondisi Si Atung Maskot Asian Games 2018 Asal Pulau Bawean

Rusa di Pulau Bawean menjadi maskot Asian Games 2018. Meski sudah tiga tahun berlalu, Rusa diberinama Si Atung tergolong dalam satwa langka yang

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Rusa Bawean menjadi maskot Asian Games 2018 di Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean Gresik, Selasa (8/6/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Rusa di Pulau Bawean menjadi maskot Asian Games 2018. Meski sudah tiga tahun berlalu, Rusa diberi nama Si Atung tergolong dalam satwa langka yang terancam punah terlihat gemuk.

Rusa-rusa masih bebas berlarian di alam bebas tempat penangkaran Rusa Bawean di Batu Gebang, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura. Berada di kawasan dataran tinggi dan hawa yang cukup sejuk hewan bernama latin Axis Kuhli masih bisa dijumpai.

Nur Samsi Kepala Resor Konservasi Wilayah 11 Pualu Bawean terlihat begitu menyatu dengan satu dari tiga satwa maskot pesta olahraga terbesar di benua Asia.

Di tempat penangkaran yang telah menjadi salah satu destinasi eduwisata di Pulau Bawean terlihat gemuk dan terawat.

"Sekarang 30 ekor, serta dua ekor betina sedang bunting. Sebelumnya hanya 28 ekor," cerita Nur Samsi kepada awak media.

Rusa Bawean ditetapkan sebagai Satwa Dilindungi sejak tahun 1979 oleh pemerintah Indonesia. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered.

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan.

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia.

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), rusa Timor (Cervus timorensis) , rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak).

"Saat ini populasi rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup di luas  4.556,6 ha lahan konservasi (hampir separoh Bawean). Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada babi kutil, landak dan elang," paparnya.

Baca juga: Diteriaki Turun Panggung karena Nyanyian Fals, 2 Pemuda Pengunjung Kafe AOLA Lamongan Lempar Kursi

Kini, para pengunjung masih bisa melihat hewan langka itu terutama saat matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan.

Satwa langka yang dikenal gesit itu langsung menyerbu makanan berupa daun segar. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved