Breaking News:

Berita Batu

Desa Junrejo, Batu Bersiap untuk Jadi Wisata Petik Lengkeng

Desa Junrejo sedang gencar-gencarnya menuju Desa Agrowisata. Salah satu yang tengah ditunggu-tunggu hasilnya saat ini adalah buang lengkeng. Bahkan

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Benni Indo
Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan 

Reporter: Benni Indo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATUDesa Junrejo sedang gencar-gencarnya menuju Desa agrowisata. Salah satu yang tengah ditunggu-tunggu hasilnya saat ini adalah buang lengkeng. Bahkan buah lengkeng digadang-gadang menjadi ikon Desa Junrejo.

Warga Desa Junrejo telah memulai itu dengan gerakan 'Satu Rumah Satu Pohon Lengkeng'. Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan mengatakan gerakan ini digagas pada 2019.

Ada 1100 bibit buah lengkeng kualitas terbaik yang didatangkan dari petani bersertifikat asal Magelang, Jawa Tengah.

"Ini wujud sinergi Pemdes Junrejo dengan warganya. Selain berpartisipasi menjaga lingkungan, gerakan tersebut untuk memberdayakan dan nanti pasti bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Diperkirakan panen lengkeng akan dilakukan tiga hingga empat tahun ke depan. Diperkirakan panen lengkeng nanti akan terjadi secara serentak sehingga akan menghasilkan banyak buah. Hasil panen bisa dikonsumsi sendiri oleh masyarakat atau dijual.

"Kalau dikonsumsi sendiri mungkin tidak habis, bisa dijual di depan rumah. Jika ada wisatawan juga bisa ditawarkan sehingga bisa menambah penghasilan,” kata Faizal.

Pemdes Junrejo juga berencana membuat miniatur wisata petik lengkeng dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD). Rencana itu dibuat untuk meningkatkan program pemberdayaan masyarakat, selain juga untuk bisa mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PAdes).

Baca juga: Berangkat Kerja, Kanit Intelkam Polsek Ponorogo Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

"Untuk mewujudkan itu pasti ada kendala yaitu anggaran. Tidak mungkin semua dibebankan pada APBDes, butuh proses dan tahapan. Namun kami memiliki beberapa solusi agar pencanangan ini segera terwujud," katanya.

Caranya yaitu membuat Peraturan Kepala Desa yang sekarang tengah digodok melibatkan semua lembaga desa. Salah satu yang tengah dibahas adalah rencana imbauan membawa bibit lengkeng bagi calon pengantin atau penduduk baru.

“Atau bisa melalui badan usaha yang dimiliki oleh tiap RW contohnya Hippam. Desa nanti hanya mengelola penerimaannya, bibit nanti akan dikembalikan lagi ke lingkungan setempat,” tutupnya. (Benni Indo)

Kumpulan berita Batu terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved