Breaking News:

Berita Lumajang

Cegah Kecolongan SKAB, Satpol PP Lumajang Razia Sopir Truk di Mulut Tambang

Satpol PP Kabupaten Lumajang terus melakukan penertiban aktivitas pertambangan pasir ilegal

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Istimewa/ Dokumen Satpol PP
Satpol PP saat menggelar razia SKAB di pertambangan pasir di kawasan Pasirian, Senin (14/6/2021). 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Satpol PP Kabupaten Lumajang terus melakukan penertiban aktivitas pertambangan pasir ilegal.

Jika biasanya petugas melakukan penertiban di tengah jalan. Kali ini (14/6) penertiban tidak dilakukan di mulut tambang. Di antaranya di areal pertambangan Kecamatan Pasirian, Pronojiwo, dan Candipuro.

Dalam razia itu Satpol PP juga menggandeng instansi vertikal. Mulai anggota Kodim 0821 hingga anggota kepolisian.

Hasilnya, dalam razia tersebut banyak sopir yang kedapatan tidak membawa Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Padahal SKAB adalah dokumen yang wajib dibawa sopir tiap kali mengangkut pasir.

Akhirnya mereka yang kedapatan melanggar langsung ditindak pasir langsung ditumpahkan di tempat.

Kepala Satpol PP Lumajang Matali Bilogo mengatakan, dalam razia itu petugas banyak menumukan pelanggaran.

Mulai sopir truk dari tidak membawa SKAB, namun  ada juga yang membawa tapi sudah dalam keadaan kadaluarsa.

"Semua sopir yang tidak bisa menunjukkan SKAB yang resmi ya terpaksa kami tumpahkan muatannya. Bahkan kami mulai menyiapkan tempat untuk penumpahan pasir di titik-titik perbatasan," ujarnya.

Lebih lanjut, Matali mengatakan, pihaknya intens melakukan razia ini tujuannya untuk memastikan armada truk pasir yang keluar benar-benar membawa pasir legal. Selain itu, juga sebagai upaya memastikan pajak pasir tidak semakin bocor.

Baca juga: Diteriaki Turun Panggung karena Nyanyian Fals, 2 Pemuda Pengunjung Kafe AOLA Lamongan Lempar Kursi

Oleh karena itu, dia meminta kerjasama seluruh pihak untuk turun melakukan penertiban. 

Ke depan, pihaknya juga akan melibatkan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang untuk memastikan pendapatan daerah dari sektor pasir tersebut bisa terserap maksimal.

"Kami yakin kalau razia ini dilakukan terus menerus, sopir truk akan semakin sadar diri. Tetapi kalau masih macam-macam ada penindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved