Breaking News:

Pengamat Ronny: Ekonomi Jatim Akan Terkontraksi, Industri Mamin Menderita Akibat Permenperin 03/2021

Pengamat Ronny Mustamu sebut ekonomi Jatim bakal terkontraksi karena industri mamin menderita akibat Permenperin 03/2021.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pengamat Strategi Bisnis Perusahaan yang juga Direktur Quadrant Consulting, Ronny Mustamu, 2021. 

Reporter: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Industri makan minum (mamin) di Jawa Timur akan terus menderita apabila Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) 03 Tahun 2021 tidak segera direvisi.

Sampai dengan saat ini, industri mamin Jawa Timur masih terbelit persoalan pasokan bahan baku gula rafinasi dengan harga tinggi, karena dipaksa mengambil dari luar Jawa Timur.

Beberapa perusahaan mamin bahkan sudah menutup operasi karena biaya operasionalnya melonjak tinggi.

Hal itu seperti dikatakan Pengamat Strategi Bisnis Perusahaan yang juga Direktur Quadrant Consulting Ronny Mustamu.

Dia mengatakan, Permenperin 03/2021 akan berdampak pada kontraksi ekonomi di Jawa Timur.

"Lebih dari 37 persen ekonomi di Jawa Timur bergantung pada industri mamin. Permenperin tersebut juga memperburuk kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 karena ada sejumlah karyawan, distributor, reseller, dan mata rantai ekonomi yang bergantung dari industri mamin ini," kata Ronny dalam rilis, Minggu (13/6/2021).

Di lain pihak, berbekal izin usaha yang dikeluarkan pemerintah, pabrik gula yang ada di Jawa Timur berani mengeluarkan investasi untuk sekaligus menyerap gula tebu dari petani dan memasok gula rafinasi dengan harga yang kompetitif kepada industri mamin di Jawa Timur.

Di saat industri mamin dan pabrik gula tersebut telah menjalin kerja sama berkesinambungan dengan melakukan investasi agar dapat menyerap gula rafinasi dengan lebih efisien, kondisi yang kondusif tersebut justru dimatikan oleh Permenperin tersebut.

“Tidak ada hal positif yang bisa dilihat dari Permenperin 03/2021 tersebut. Pemerintah telah menabrak tanggung jawabnya untuk menghadirkan kepastian berusaha dan iklim usaha yang kompetitif dan berkesinambungan," ungkap Ronny.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved