Breaking News:

Penyebab Utang BUMN Menggunung dari Kacamata Ekonom Unair Surabaya: Labanya Sangat Kecil

Penyebab utang BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menggunung menurut pandangan ekonom Unair Surabaya: Labanya sangat kecil.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
ILUSTRASI - Satu di antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang transportasi dan bisnis penunjang lainnya, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), 2021. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus menggunung menjadi kekhawatiran banyak pihak.

Apa yang membuat utang BUMN bisa menggunung?

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Ni Made Sukartini mengatakan, BUMN secara akuntansi memiliki laba, tapi sangat kecil.

Namun jika dikaitkan dengan konsep laba ekonomi, bisa jadi laba tersebut lebih besar.

Hal ini dapat dilihat di antaranya kontribusi BUMN pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan output, menjaga kestabilan harga, dan kontribusi pajak.

“Nilai laba sebesar Rp 165 triliun pada tahun 2019 memang mengindikasikan kinerja belum baik atau defisit, mengingat jumlah BUMN sekitar 117. Itu sebabnya, laba sebesar Rp 167 triliun untuk 117 BUMN dapat kita katakan sangat kecil dan pasti lebih banyak yang masih defisit dibanding yang baru BEP (Break Event Point) dan untung atau surplus meski dengan nilai kecil,” ungkap dosen yang akrab disapa Made itu, Senin (14/6/2021).

Dalam pelaksanaannya, lanjut Made, BUMN melayani ratusan juta penduduk.

Menurut Made, secara ekonomi sangat aneh jika masih defisit dalam kinerja keuangan, karena tidak perlu bersaing mencari pelanggan, karena masyarakat sudah menjadi pembeli yang sangat potensial.

Terkait hal itu, Made menegaskan, manajemen perusahaan yang belum optimal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved