Breaking News:

Berita Banyuwangi

PT IGG Targetkan Produksi 61.000 Ton Gula, Bupati Banyuwangi Ipuk Ingin Petani Diberdayakan

PT Industri Gula Glenmore (PT IGG) menargetkan produksi 61.000 ton gula, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ingin petani diberdayakan.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi PT Industri Gula Glenmore (IGG) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, 2021. 

Reporter: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengecek proses produksi gula di pabrik PT Industri Gula Glenmore (IGG) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII untuk mendukung geliat pemulihan ekonomi.

Ipuk berharap, kapasitas pabrik terus ditingkatkan dengan memperkuat pasokan bahan baku tebu berbasis rakyat serta pemberdayaan petani.

“Pabrik gula di Glenmore ini salah satu yang termodern di Indonesia. Kapasitas gilingnya 6.000 ton tebu per hari (TCD), ke depan semoga bisa naik, bisa jadi 8.000 TCD, dengan penambahan pasokan tebu rakyat,” ujar Ipuk, Senin (14/6/2021).

“Tentu pasokan tebu juga bisa ditingkatkan dari lahan-lahan idle PTPN untuk dijadikan perkebunan tebu, sehingga lahan idle PTPN di Banyuwangi yang cukup banyak bisa memberi nilai tambah ekonomi,” imbuh bupati perempuan itu.

Tahun ini, PT Industri Gula Glenmore (PT IGG) menargetkan giling tebu sebanyak 715.000 ton, dengan target produksi 61.000 ton gula atau setara 2 persen kebutuhan gula di Indonesia. Target itu naik 37 persen dibanding realisasi 2020. IGG sendiri memulai giling tebu tahun ini pada pekan lalu.

Ipuk berharap musim giling tahun ini bisa berjalan optimal, sehingga bisa ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Geliat berbagai sektor bisnis di Banyuwangi dengan sendirinya akan memacu pemulihan ekonomi.

“Dari paparan PTPN,  tahun ini giling direncanakan berlangsung 125 hari. Saya minta dioptimalkan, benar-benar 125 hari, agar bisa membantu pemulihan ekonomi rakyat. Atur manajemen pasokan tebu dengan baik, karena biasanya giling terhenti lantaran pasokan tebunya berhenti,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berharap ada peningkatan rendemen (kadar gula dalam tebu) sehingga produksi gula dari Banyuwangi tersebut bisa terus bertambah.

Baca juga: PPDB SD dan SMP Dimulai, Jemput Bola Pelajar Kurang Mampu di Banyuwangi Kian Dimasifkan

“Kalau budi daya dilakukan dengan baik, termasuk pendampingan ke petani, lalu pabriknya transparan dan modern, insyaallah rendemen bisa naik. Semoga tahun ini (rendemen) bisa 8,5 persen, atau bahkan 9 persen, meski belum bisa seperti pabrik gula luar negeri yang di atas 10 persen,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved