Breaking News:

Berita Lamongan

Sebaran Covid-19 Klaster Hajatan di Lamongan Melandai, Tapi Jumlah Pasien Meninggal Bertambah

Terbaru, korban meninggal terkait dengan Covid-19 di desa ini bertambah dari 12 orang menjadi 13 orang. 

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Upaya petugas menekan penyebaran COVID -19 dengan menyemprotkan disinfektan di lingkungan desa 

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Klaster hajatan Desa Sidodowo Kecamatan Moda, Lamongan sudah mulai terkendali, namun  jumlah korbannya  bertambah.

Terbaru, pasien meninggal terkait dengan Covid-19 di desa ini bertambah dari 12 orang menjadi 13 orang. 

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bachtiar mengungkapkan, kasus Covid-19 di Desa Sidodowo, hingga saat ini mulai landai.

Baca juga: 30 Kali Tiduri Istri Orang, Kades Karangwedoro Lamongan Dicokok Polisi Kabur Sembunyi di Atas Plafon

Terkendalinya penyebaran Covid-19 di desa itu, lantaran tim Satgas bersama masyarakat menggencarkan  3T untuk melokalisir penyebaran di antaranya, melakukan testing, tracing dan treatment Covid-19 selain dengan melakukan mikro lockdown di tingkat desa.

"Kasus di Desa Sidodowo masih terkendali dengan tetap menggencarkan 3T untuk melokalisir penyebaran. Selain micro lockdown tingkat desa," kata Arif Bachtiar saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/6/2021). 

Baca juga: Klaster Pekerja dari Madura, 15 Warga Kemlagi di Lamongan Positif Covid-19, 1 Orang Meninggal

Dikatakan,  data yang ia terima,  jumlah korban meninggal bertambah dari 12 menjadi 13 orang.

Tambahan 1 korban dari swab PCR yang positif.  Total tracing yang dites, menurut Arif, sebanyak 798 warga dengan total kasus akumulasi PCR dan reaktif swab antigen sebanyak 263 orang.

Baca juga: Diteriaki Turun Panggung karena Nyanyian Fals, 2 Pemuda Pengunjung Kafe AOLA Lamongan Lempar Kursi

Persentase positif dibandingkan dengan yang dites 30 persen yang jauh menurun ketika awal kasus yang mencapai 80 persen.

"Total tracing yang dites 798 warga, total kasus akumulasi PCR dan reaktif swab antigen 263. Prosentase positif dibanding yang dites 30 persen, jauh menurun ketika awal kasus yang mencapai 80 persen," ungkapnya.

Terkait klaster pekerja Madura yang terjadi di Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Arif mengakui jika ada 14 warga Desa Bulumargi dengan status reaktif dari Rapid Antigen sepulang dari bekerja Madura.

Dari 14 warga ini, lanjut Arif, 2 diantaranya adalah kasus lama bukan dari pendatang. Semuanya sekarang dirawat di rumah sakit lapangan (RSL) Karangkembang Babat. 

"Ya, ada rencana dilanjutkan IMR tapi masih menunggu kelayakan rumah isolasi," katanya.

Ia berharap masyarakat Lamongan untuk tetap mentaati 3 M. Ini cara yang paling bisa diharapkan untuk menekan penyebaran COVID -19

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved