Breaking News:

berita Nganjuk

Antisipasi Turunya Harga Gabah, Pemkab Nganjuk Gerakkan ASN Konsumsi Beras Lokal

Antisipasi turunya harga gabah saat panen raya padi, Pemkab Nganjuk berencana minta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) konsumsi beras lokal.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/SUTONO
Petani memanen padi lebih awal, karena terus diguyur hujan yang memerosotkan kualitas padi, yang ujungnya membuat harga gabah anjlok. 

Reporter : Kukuh kurniawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Antisipasi turunya harga gabah saat panen raya padi, Pemkab Nganjuk berencana minta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) konsumsi beras lokal.

Dengan demikian hasil panen raya padi dari petani bisa terserap oleh kebutuhan sendiri warga Kabupaten Nganjuk dengan harga tidak terlalu jatuh.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, hingga sekarang ini terjadinya persoalan klasik yakni harga gabah jatuh saat panen raya padi selalu saja terjadi. Bahkan, persoalan tersebut cukup sulit dicari jalan keluarnya meskipun banyak program telah dilakukan oleh Pemkab Nganjuk untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

"Maka dari itu, untuk kali ini solusi mencegah harga gabah saat panen raya jatuh dengan gerakan konsumsi beras lokal produk petani Nganjuk sendiri, bila tidak mencukupi barulah konsumsi beras dari daerah lain," kata H Marhaen Djumadi kepada TribunJatim.com, kemarin.

Dijelaskan Marhaen Djumadi, keluhan dari petani ketika panen raya harga gabah selalu jatuh selalu diterimanya. Bahkan, keluhan tersebut sudah diakomodir dengan mencarikan solusi terbaik dengan menyediakan pinjaman modal untuk petani dari perbankan. Namun solusi tersebut dirasa kurang maksimal direalisasikan karena tidak semua petani bisa mengajukan pinjaman modal tersebut karena terbentur berbagai persyaratan.

Baca juga: Harga Gabah & Beras di Tingkat Petani Turun Saat Pandemi Covid-19, Wagub Emil: Ini Tren Setiap Tahun

Oleh karena itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya akan mengawal rencana gerakan konsumsi beras lokal di Kabupaten Nganjuk untuk menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh saat panen raya.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, sektor pertanian menjadi mata pencarian utama masyarakat Kabupaten Nganjuk. Untuk itu, apapun masalah yang terjadi di sektor Pertanian dipastikan akan berdampak luas kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Demikian halnya seperti persoalan pupuk bersubsidi yang jumlahnya berkurang, tambah Marhaen Djumadi, telah menjadi persoalan serius bagi petani di Kabupaten Nganjuk. Ini setelah ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi masih cukup tinggi.

"Dan Pemkab Nganjukpun berupaya mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Nganjuk ditingkatkan. Hanya saja, sampai saat ini kami masih menunggu realisasi dari permintaan tersebut," tutur Marhaen Djumadi.

Berita tentang harga gabah

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved