Breaking News:

Berita Sidoarjo

Direktur Keuangan PDAM Sidoarjo Gagal Dilantik

Rekrutmen Direksi PDAM Delta Tirta Sidoarjo kembali memunculkan kejutan. Dari empat direktur yang sudah ditetapkan sebelumnya, ternyata hanya tiga ora

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
M Taufik/Surya
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat melantik tiga direktur di PDAM Delta Tirta Sidoarjo 

Reporter : M Taufik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Rekrutmen Tirta Sidoarjo kembali memunculkan kejutan. Dari empat direktur yang sudah ditetapkan sebelumnya, ternyata hanya tiga orang yang dilantik oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

Mereka adalah Direktur Utama Dwi Hari Soeryadi, Direktur Pelayanan Fatihul Faizun alias Paijo, dan Direktur Operasional Slamet Setiawan. Ketiganya dilantik di Pendopo Sidoarjo, Senin (14/6/2021) malam.

Sementara Eka Shinta Octavia yang sebelumnya sudah ditetapkan dan diumumkan menjadi Direktur Administrasi dan Keuangan yang sebelumnya ditetapkan Eka Shinta Octavia, gagal dilantik.

“Yang dilantik tiga orang. Mereka yang sudah disaring melalui mekanisme KPM (kuasa pemilik modal) dengan berbagai pertimbangan. Termasuk dari segi hukum, track record, dan sebagainya,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai pelantikan.

Menurutnya, proses seleksi kompetensi dan profesionalitas sudah dilakukan oleh Pansel (panitia seleksi). Kemudian hal-hal lainnya dilanjutkan dalam proses oleh KPM.

Baca juga: Lolos Uji Kelayakan, 20 Calon Direksi PDAM Delta Tirta Sidoarjo Tunggu Bertemu Bupati

“Sementara, satu direksi itu diisi oleh Plt dulu. Kita lihat situasi dan kondisinya nanti. Kalau sudah ada yang tepat dan pas, langsung bisa diisi,” lanjut Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor.

Pihaknya yakin, tiga direktur yang baru saja dilantik itu bisa membawa PDAM Sidoarjo menjadi lebih baik. Dalam hal bisnis maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ya, diakui bahwa tugas berat jajaran direksi baru ini adalah menyerap jatah air dari Umbulan. "Para direksi baru ini harus bisa menjawab tugas langsung dari pemerintah pusat dengan jatah air umbulan sekitar 1.200 liter per detik, jangan menyia - nyiakan proyek umbulan ini," pesan bupati.

Menjawab tantangan itu, Dwi Hari Soeryadi mengaku telah menyiapkan dua strategi besar. Yakni pengembangan dan strategi berbasis nilai.

“Dua-duanya harus seiring, agar PDAM menjadi lebaih baik. Kita punya potensi yang bagus, sumber air juga sudah ada. Tinggal digenjot bagaimana memaksimalkan itu. Serta bagaimana meningkatkan kualitas air, kualitas layanan, serta kualitas kinerja di internal,” urai Dirut yang baru dilantik tersebut.

Pihaknya juga sempat menyinggung rencana adanya investor. Kebutuhan anggaran yang tidak bisa dibiayai oleh APBN dan APBD, direncakan akan ditutupi dengan menggandeng investor. Diketahui, selama ini sudah ada sejumlah investor yang siap bergandengan dengan PDAM Sidoarjo.

“Sempat kami hitung-hitung, untuk mencukupi sejumlah kebutuhan, PDAM Sidoarjo perlu sekira Rp 603 miliar. Nanti yang tidak tercover APBN dan APBD, kita gandeng investor,” ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Yang jelas, pihaknya menyebut bahwa PDAM sebagai perusahaan tetap harus memikirkan profit. Tapi karena perusahaan daerah, tentu pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi yang utama.

Berita tentang Direksi PDAM Delta Tirta Sidoarjo

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved