Breaking News:

Berita Jatim

Gubernur Jatim Khawatirkan Masuknya Varian Baru Covid-19 dari PMI Pulang Lewat Penerbangan Domestik

Gubernur Jatim Khofifah khawatir masuknya varian baru Covid-19 dari tenaga migran yang pulang lewat penerbangan domestik tak terkontrol.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat diwawancara di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (7/6/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku khawatir terkait kepulangan tenaga migran ke Jawa Timur yang tidak menggunakan penerbangan internasional (international flight), melainkan menggunakan penerbangan domestik (domestic flight). 

Pasalnya sejauh ini, pengawasan tenaga migran yang pulang ke Jatim dilakukan khusus yang melalui penerbangan internasional Bandara Juanda Surabaya

Para tenaga migran yang pulang menggunakan penerbangan internasional dari Juanda diterapkan sistem pemulangan yang ketat.

Mereka datang langsung diswab PCR dan dikarantina.

Setelah dinyatakan negatif, mereka akan dijemput oleh pemerintah kabupaten di Asrama Haji Surabaya. Sedangkan yang positif Covid-19 (virus Corona) harus menjalani perawatan dan isolasi sampai sembuh dan negatif. 

Begitu dijemput oleh pemkab, mereka juga masih harus diswab PCR ulang dan dikarantina lagi. Hanya yang negatif lagi baru bisa dikembalikan ke keluarga. 

"Asal mereka menggunakan international flight, berarti mereka landing di Juanda dan dalam koordinasi KKP. Insyaallah semua akan dapat karantina di Asrama Haji, dan cukup aman. Setelah negatif swab baru mereka bisa pulang," tegas Khofifah, Senin (14/6/2021). 

"Tapi ada pekerja migran yang pulang ke Jatim lewat laut atau lewat domestic flight. Misalnya, mereka dari Malaysia, dari Johor lalu ke Batam, baru ke Surabaya. Yang domestic flight ini tidak dalam penanganan tim satgas pemulangan PMI," tegas Khofifah.

Karena tidak terkontrol, maka ada potensi jika ada yang membawa virus, tidak langsung dikarantina sehingga terjadi penularan lokal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved