Breaking News:

Berita Banyuwangi

Fenomena Waterspout di Selat Bali Bikin Kaget Warga Banyuwangi, Terjadi 20 Menit, Sempat Rusak Rumah

Fenomena alam waterspout atau yang akrab disebut puting beliung terjadi di perairan Selat Bali atau pantai sisi timur Kota Banyuwangi, Rabu (16/6).

Penulis: Haorrahman | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Fenomena alam waterspout di perairan Selat Bali. 

Reporter: Haorrahman | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNBANYUWANGI.COM, BANYUWANGI - Fenomena alam waterspout atau yang akrab disebut puting beliung terjadi di perairan Selat Bali atau pantai sisi timur Kota Banyuwangi, Rabu (16/6) sore.

Namun warga Banyuwangi terutama di kawasan Kampung Mandar yang berada sekitar Pantai Boom Marina, tidak perlu khawatir karena itu adalah fenomena alam biasa.

Kejadian puting beliung yang akhirnya diabadikan warga dan tersebar di media sosial tersebut, terjadi sekitar pukul 16.00 dan berada di atas air berlangsung sekitar 20 menit.

Baca juga: Bupati dan Ketua DPRD Biak Numfor Pelajari Cara Banyuwangi Kembangkan Pariwisata

"Puting beliung dari timur ke arah barat. Sempat ke daratan di Kampung Mandar," kata Rendra Kurnia, salah satu warga. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III menyebut waterspout merupakan fenomena biasa dan sudah sering terjadi.

"Namun jika sampai ke darat dampaknya seperti dampak yang ditimbulkan puting beliung," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, Gede Agus Purbawa.

Baca juga: Kembangkan Ekowisata, Banyuwangi Raih Penghargaan Nirwasita Tantra 2020 dari Menteri Siti Nurbaya

"Biasanya terjadi sekitar 10 menit. Waterspout itu terjadi karena awan membentuk pusaran angin mengisap kemudian membawa air. Ketika ada awan yang kuat, daya konvektifnya mengisap naik. Nanti kalau energinya habis dia luruh sendiri," tambahnya.

Gede menjelaskan penyebab waterspout ini adalah awan cumulonimbus akibat suhu laut di Selat Bali sedang hangat dan daya konvektifnya sangat kuat, sehingga terjadi pusaran.

Baca juga: TMMD 111 Dimulai, TNI di Banyuwangi Akan Bangun Jalan dan Jembatan di Desa Kebaman

Ketika berada di laut akan semakin terlihat karena mengisap air.

Angin tersebut mengarah dari Timur ke Barat dan sempat naik ke daratan menghantam perahu dan rumah warga di lingkungan Plengsengan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi.

Baca juga: Tim Kemenkeu Apresiasi Berbagai Program Pemulihan Ekonomi Banyuwangi di Masa Pandemi

Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Kusmin, meminta agar warga tidak perlu resah dengan adanya fenomena alam yang sering terjadi di perairan itu.

"Sesuai keterangan dari BMKG fenomena ini biasa. Kami minta warga tidak resah," ujar Kusmin. 

Menurut Kusmin tidak ada kerusakan berat akibat angin ini. Hanya terdapat dua rumah yang mengalami rusak ringan. Selain itu juga ada perahu nelayan yang rusak tiang pancang dan pelindung perahu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved