Breaking News:

Berita Blitar

Jatuh Bangun Kelompok Batik Kembang Turi Kota Blitar Bertahan di Tengah Pandemi

Badai pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha tak terkecuali bagi para perajin batik di Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamat

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/samsul hadi
Anggota Kelompok Perajin Batik Kembang Turi, di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, sedang menyelesaikan pesanan, Rabu (16/6/2021). 

Reporter: Samsul Hadi I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Badai pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha tak terkecuali bagi para perajin batik di Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar

Pesanan batik di Kelompok Batik Kembang Turi turun drastis sejak terjadi gelombang pandemi awal 2020 lalu. 

Jika sebelum pandemi bisa mendapatkan 150-200 potong batik pesanan per bulan , kini tinggal 30-50 potong batik per bulan. 

Tapi, kondisi itu tidak membuat semangat para perajin di Kelompok Batik Kembang Turi surut memproduksi batik. 

Di saat pesanan sepi, mereka menggenjot pemasaran batik secara online agar tetap bisa bertahan di masa pandemi. 

"Selama pandemi, pesanan batik turun drastis. Kami akhirnya menggenjot pemasaran online. Semua anggota kami wajibkan ikut memasarkan produk maupun kegiatan kelompok di media sosial," kata Ketua Kelompok Batik Kembang Turi, Pariono, Rabu (16/6/2021). 

Saat itu, Pariono sedang mengawasi para perajin menyelesaikan pesanan batik di galeri Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar

Para perajin yang mayoritas perempuan terlihat sibuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. 

Sebagian perajin terlihat membuat mal batik pada kain putih. Sebagian lagi tampak telaten mewarnai kain yang sudah diberi motif batik. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved