Breaking News:

Berita Jatim

Pemkot Surabaya akan Tes Antigen Pelintas Suramadu Tujuan Madura, Ikut Jaga Bangkalan dari Covid-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peninjauan proses penyekatan kendaraan dan penerapan

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (9/6/2021). 

Namun jika terlalu banyak kendaraan dan Pemkab Bangkalan tak mampu melakukan tes secara keseluruhan, maka yang plat kendaraannya bukan plat M akan dibantu swab antigennya di posko tes di sisi Surabaya

"Yang selain plat M kalau gak mampu (dites di Bangkalan) karena terlalu banyak, yang plat selajn M akan dilempar ke sini, maka akan kami bantu swab di sini. Tapi tugas kami yang utama adalah menjaga Madura, menjaga Bangkalan, dari yang mau masuk ke Bangkalan," pungkas Eri. 

Baca juga: Masih Suasana Pandemi, Perayaan Ulang Tahun Persebaya Ke-94 Diimbau Tak Berlebihan

Selain itu, Gubernur Khofifah menambahkan, dengan lebih masifnya testing di akses Suramadu ini, Pemprov Jatim dan Forkopimda juga terus menambah ruang pusat isolasi dan karantina pasien covid-19. Ia memastikan bahwa pusat isolasi dan karantina pasien covid-19 Bangkalan di kawasan BPWS sisi Bangkalan, siap beroperasi besok.

“Mulai besok sudah ada area food court (di kawasan BPWS sisi Bangkalan) yang kita siapkan untuk isolasi dan karantina. Sebenarnya total ada ada delapan area food court, masing-masing bisa tampung 100 pasien. Nah besok ini akan siap 200 orang daya tampung, bagi mereka yang setelah diantigen reaktif, dan di swab PCR positif, mereka akan dirawat isolasi di tempat tersebut,” kata Khofifah.

Memang, untuk isolasi sifatnya fleksibel tergantung kemauan pasien mau dirawat dimana. Namun yang pasti, ditegaskan Khofifah, dengan adanya pusat isolasi dan karantina ini, mereka akan punya banyak opsi. Namun jika mereka karantina dari penyekatan suramadu, maka lokasi isolasinya sangat dekat gedungnya. Hanya berjarak ratusan meter dengan tempat karantina saat menunggu hasil PCR test.

“Memang sementara yang besok siap untuk 200 bed. Kemungkinan pengembangan ternyata bisa sampai 600 bed. Kemudian kita juga siapkan dua foodcourt lagi, satu diantaranya untuk tim pengamanan dan satu lagi untuk nakes,” tandasnya.

Tak sampai di sana, tambahan lokasi pusat karantina dan isolasi juga ditambahkan di lokasi lain, yaitu di komplek ruko yang saat ini digunakan untuk penyekatan di sisi Bangkalan.

Ruko tersebut memang adalah milik salah satu warga di Kabupaten Bangkalan. Namun mereka sudah memberikan izin pada pemkab dan pemprov untuk penggunaan ruko tersebut untuk rumah karantina dan isolasi. Total kapasitasnya mencapai 500 pasien.

“Mengapa begitu banyak kita disiapkan untuk rumah isolasi dan karantina, karena Bangkalan ini adalah daerah nomor 2 terbanyak Tenaga Migrannya yang pulang kampung, setelah Sampang. Dari tanggal 20 April 2021 lalu hingga kemarin, ada 1.200 tenaga migran dari Bangkalan, dan 1.929 dari Sampang. Sehingga kebutuhan karantina memang harus ditambah,” urai Khofifah.

(Fz/fatimatuz zahroh) 

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved