Breaking News:

Berita Jatim

Realisasi Pendapatan Daerah Lampaui Target, DPRD Jawa Timur Puji Kinerja Seluruh Elemen

Realisasi pendapatan daerah Jawa Timur pada tahun 2020 lampaui target, DPRD Jawa Timur memuji kinerja seluruh elemen.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak (kanan) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, 2021. 

Reporter: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pimpinan DPRD Jawa Timur memberikan apresiasi atas capaian positif Pemprov Jawa Timur dalam realisasi pendapatan daerah, lantaran sukses melampaui target pada tahun 2020. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak mengatakan, prestasi yang dicapai di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) itu merupakan hal luar biasa, dan berkat kerja sama antarelemen. 

"Ini menunjukkan bahwa Jatim mampu menghadapi kondisi yang dalam pandemi ini terpuruk hingga minus, ternyata kita justru bisa meraih target, bahkan lebih," ujar Sahat dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021). 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melaporkan jika realisasi pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2020 tercatat sebesar Rp 31,631 triliun lebih atau 104,94 persen dari target sebesar Rp 30,142 triliun. 

Hal itu disampaikan dalam nota keuangan Raperda Pertanggung Jawaban APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2020. 

Begitu pula dengan capaian realisasi pendapatan daerah yang di antaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 17,950 triliun atau 116,20 persen. Capaian tersebut, juga lebih tinggi dari jumlah yang ditargetkan sebesar Rp 15,448 triliun. 

Baca juga: Kalangan DPRD Jatim Getol Meminta Pemerintah Setop Wacana PPN Sembako dan Sekolah

PAD ini berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. 

Politisi Golkar itu juga memberi acungan jempol untuk realisasi belanja dan transfer daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2020 sebesar Rp 32,286 triliun atau 93,41 persen, yang meliputi Belanja Operasi (Rp 23,1 triliun), Belanja Modal (Rp 1,9 triliun), dan  Belanja Tidak Terduga/BTT (Rp 1 triliun). BTT ini sebagian besar digunakan untuk penanganan Covid-19.

Menurut Sahat, hal itu tidak bisa dilepaskan dari kebijakan DPRD Jawa Timur yang selalu mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Gubernur Khofifah. Sehingga realisasi pendapatan bisa meningkat. Sesuatu yang tidak mudah di masa-masa sulit.  

"Ini adalah cerminan bahwa semua bergerak, kerja aparatur semua, baik aparatur yang ada di pemprov atau eksekutif, dan dukungan tanpa lelah DPRD Jatim atau legislatif dalam menciptakan Jatim yang kuat di masa pandemi Covid-19," ungkap Sahat.

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved