Breaking News:

Berita Jatim

Usai Temukan 3 Kasus Covid-19 Varian Delta India, Khofifah Tunggu Hasil 24 Sampel yang Di-Sequencing

Setelah menemukan 3 kasus Covid-19 varian Delta India, Gubernur Khofifah menunggu hasil 24 sampel yang masih di-sequencing.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dalam acara silaturahmi ulama bersama Menkopolhukam Mahfud MD di Bangkalan, Selasa (15/6/2021).  

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah diumumkan temuan tiga kasus Covid-19 varian Delta India B16172 dari hasil penyekatan di Jembatan Suramadu, kini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tengah menunggu hasil 24 sampel lain yang sedang dilakukan genome sequencing di Institute of Tropical Diseases (ITD) Universitas Airlangga Surabaya. 

Sampel yang dilakukan genome sequencing tersebut merupakan hasil temuan penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, yang terdeteksi reaktif dalam rapid test antigen, dan kemudian positif saat dilakukan tes PCR. Dan hasil PCR tesnya menunjukkan angka CT kurang dari 25. 

"Dari penyekatan yang kita lakukan, ada tiga yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 varian Delta India. Kita sekarang menunggu 24 lain yang belum keluar genome sequencingnya di ITD Unair," katanya saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi ulama bersama Menkopolhukam Mahfud MD di Bangkalan, Selasa (15/6/2021).

Lebih lanjut, guna mengantisipasi menyebarnya kasus mutasi baru virus Corona, dan mencegah melonjaknya kasus positif Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Forkopimda Jatim, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara terpadu melakukan berbagi upaya.

Khofifah mengatakan, guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 varian Delta India tersebut, Pemprov Jatim bersama tim Kodam dan Polda serta tracer Kabupaten Bangkalan telah melakukan tracing massal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan untuk menemukan kasus-kasus positif yang diduga termasuk strain mutasi.

Harapannya, dengan tracing dan isolasi cepat ini bisa semakin cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

Baca juga: Sampaikan Lebih Awal, Gubernur Khofifah Minta Warga Madura Tidak Toron di Hari Raya Idul Adha

"Jadi hingga kini, kami terus lakukan genomic surveillance aktif untuk memetakan pola mutasi di Jawa Timur, melakukan tracing dan isolasi massal di daerah kantong infeksi Covid-19, demi memastikan kasus mutasi tersebut tidak menyebar ke daerah-daerah yang lain," terang Khofifah. 

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim untuk melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sejak tanggal 5 Juni 2021.

Dalam program kolaborasi tersebut, secara kumulatif sebanyak 31.578 orang telah dilakukan tes swab antigen, dengan hasil 668 positif antigen, dengan hasil akhir 362 kasus dengan hasil swab PCR positif. 

Terkait edukasi Covid-19 pada warga Bangkalan, Forkopimda Jawa Timur saat ini juga telah menggandeng para kiai, tokoh agama maupun tokoh-tokoh masyarakat yang dipercaya oleh warga Bangkalan untuk menyampaikan pesan kewaspadaan dan mengajak warga untuk patuh protokol kesehatan dan ikut segera dalam program vaksinasi. 

"Tetap waspada dan mari saling dukung dan mengingatkan. Dengan upaya 5M, pembatasan mobilitas dan percepatan vaksinasi insyaallah kita bisa melewati pandemi ini," ujarnya.

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved