Breaking News:

Berita Bondowoso

18 Ribu Warga Tidak Dapat Menerima BPNT, Pemkab Bondowoso Lakukan Update Data

Belasan ribu warga Bondowoso dicoret sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Didik Mashudi)
Ilustrasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) 

Reporter : Danendra kusuma | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Belasan ribu warga Bondowoso dicoret sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)Kementerian Sosial (Kemensos)

Walhasil, mereka tidak dapat menerima lagi bantuan tersebut sejak periode Maret 2021.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, Saefuddin Suhri mengatakan ada sekitar 18 ribu orang tak mendapat BPNT.

Sebelumnya, total warga yang mendapat di Bondowoso berjumlah 106 ribu warga. Setelah ada pengurangan belasan ribu penerima, jumlahnya menjadi 86.900 PKH.

"Benar ada pengurangan penerima bantuan BPNT," katanya, Kamis (17/6).

Baca juga: 2.300 Lansia Jawa Timur yang Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Paket Sembako Kemensos dan Pemprov

Ia menjelaskan, kendati ada pengurangan, Kemensos memberikan kesempatan untuk melakukan update data pada 1 Juli ini melalui SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation).

Perbaikan data itu dilakukan di tiap desa oleh operator.

Mekanismekya pendataan SIKS-NG dilangsungkan melalui Musdes (Musyawarah Desa). Sehingga diketahui langsung oleh kepala desa, operator, BPD, pendamping PKH, TKSK dan pihak terkait lainnya.

"Misalnya, salah satu warga dimasukkan dan di-update lagi datanya. Kemudian diverifikasi, apa benar masuk warga miskin atau tidak. Data dikirim secara online," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved