Breaking News:

Berita Surabaya

Fashion Product Design Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan Busana Loose Fit Anti-Microbial

Bekerja sama dengan PT Gistex Garmen Indonesia, Fashion Product Design Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan busana Loose Fit Anti-Microbial.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bekerja sama dengan PT Gistex Garmen Indonesia, Fashion Product Design Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan desain busana untuk ditampilkan dalam gelaran Launching UC Tower, Senin (14/6/2021). 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tren fashion selama pandemi Covid-19 (virus Corona) mengalami banyak perubahan. Selain mengandalkan kenyamanan, namun juga bahan yang aman. Terutama saat digunakan setiap hari.

Bekerja sama dengan PT Gistex Garmen Indonesia, Fashion Product Design Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan desain busana untuk ditampilkan dalam gelaran Launching UC Tower, Senin (14/6/2021).

"Sebetulnya ini bukan kerja sama kami untuk yang pertama kali. PT Gistex bahkan mempercayakan produknya kepada kami untuk didesain oleh mahasiswa," terang Kepala Laboratorium Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra, Fabio Ricardo Toreh, Rabu (16/6/2021).

Fabio menceritakan, dalam kerja sama kali ini, PT Gistex menawarkan kain anti-microbial dan water repellent untuk didesain menjadi busana ready-to-wear.

Pada desain kali ini, para mahasiswa angkatan 2017-2018 membuat busana yang cocok digunakan untuk life after pandemic, dengan mengandalkan kenyamanan dan keamanan.

"Maka, di sini kami membuat busana dengan potongan loose fit yang nyaman digunakan sehari-hari. Ditambah dengan detail formal seperti, kerah, kantong pita, dan cuff. Sehingga cocok dipakai saat meeting virtual dari rumah," imbuhnya.

Lantaran kain yang digunakan merupakan anti-microbial dan water repellent dengan warna putih polos, maka ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Karena mereka harus memberikan aksen motif di atas kain tersebut.

"Menjadi tantangan tersendiri karena kain itu cukup susah apabila harus ditambahkan aksen lain seperti pewarnaan," ujar Fabio.

Baca juga: Memantik Giat UKM Fesyen Muslim di Jatim, Dyandra Promosindo dan IFC Gelar MUFFEST di Surabaya

Sehingga, mahasiswa harus mencari cara lain agar kain tersebut bisa diisi motif. Yakni, dengan cara digital printing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved