Breaking News:

Berita Tuban

Penganiaya Bos Leasing di Tuban Ditangkap, Dipicu Tak Terima Motor Ditarik Akibat Nunggak

Satu pelaku penganiaya terhadap bos leasing di Kabupaten Tuban kembali berhasil ditangkap setelah sempat buron. Total ada empat orang pelaku

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sudarsono
Pelaku penganiayaan bos leasing di Tuban yang buron ditangkap jajaran Satreskrim Polres Tuban 

Reporter: Mochamad Sudarsono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Satu pelaku penganiaya terhadap bos leasing di Kabupaten Tuban kembali berhasil ditangkap setelah sempat buron.

Total ada empat orang pelaku melakukan penganiayaan terhadap Malvinas Juni Eko Saputro (38), Kepala Penarikan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance Cabang Tuban.

Korban penganiayaan merupakan warga Desa Kowang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penganiayaan dipicu saat sepeda motor milik Warsono, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Tuban, ditarik debt collector dari perusahaan leasing PT WOM Finance, Senin (3/5/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Pemilik motor ditangkap lebih dulu pada awal Juni lalu, sementara tiga lainnya kabur berstatus buron.

Kini satu orang bernama Sutiyono (43), warga Lamongan, telah dibekuk saat berada di Bojonegoro. 

"Sutiyono yang statusnya DPO telah kita tangkap di Bojonegoro, dua lainnya masih buron," kata Kasat Reskrim Polres Tbuan, AKP M Adhi Makayasa, Kamis (17/6/2021). 

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku sudah sekitar satu bulan tinggal di kos-kosan di Bojonegoro. 

Selama di Bojonegoro, Sutiyono menjual kain di pasar. 

Ia ditangkap di kosnya Desa Wedi, Kecamatan Kapas, pada Jumat (11/6/2021), sekitar pukul 23.00 WIB. 

"Dalam kasus ini yang masih buron dua, kita jerat pasal 333 Ayat 1 KUHP ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, kasus bermula saat sepeda motor milik Warsono ditarik debt collector dari perusahaan leasing PT WOM Finance, Senin (3/5/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kendaraan itu ditarik karena sudah terlambat membayar cicilan selama dua bulan.

Tidak terima sepada motor ditarik, ia bersama tiga temannya lalu mencari Kepala Penarikan PT WOM Finance.

Hingga akhirnya korban ditemukan di bengkel Desa/Kecamatan Semanding, Tuban, Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Setelah ketemu, korban dibawa secara paksa dimasukkan ke dalam mobil Honda Mobilio nopol S 1642 HJ milik pelaku. Untuk pelaku Warsono kita tangkap di rumahnya," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP M Adhi Makayasa saat ungkap kasus, Jumat (4/6/2021).

Ruruh menjelaskan, saat di dalam mobil korban disekap dan dihajar untuk dibawa ke sebuah rumah yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Kemudian korban kembali dikeroyok dengan cara dipukul dan ditendang oleh empat pelaku selama 45 menit. Bahkan, telinga belakang juga disulut korek api.

Akibatnya, korban mengalami luka cukup serius di bagian tubuhnya.

Korban juga dibawa pelaku menuju ke makam Sunan Geseng yang berada di Kecamatan Semanding. Di sana, korban dipaksa untuk bersumpah agar tidak dendam dan menuntut secara hukum.

"Korban menuruti sumpah permintaan pelaku, hingga akhirnya dilepaskan. Namun korban tetap melapor ke polisi," terangnya.

Perwira menengah itu menambahkan, setelah mendapat laporan tim jajaran reskrim langsung melakukan penyelidikan.

Alhasil, satu dari empat pelaku telah diamankan. Sedangkan tiga lainnya masih berstatus buron.

"Ada tiga yang belum tertangkap, yang diamankan pemilik motor yang punya tunggakan angsuran," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved