Breaking News:

Berita Kota Pasuruan

Hasil Potongan BOP, Kejari Selamatkan Uang Rp 15 Juta Dari Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan berhasil menyelamatkan uang Rp 15 juta dari tersangka MF, Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
Kepala Kejari Kota Pasuruan Mariyadi Idham Khalid. 

Reporter : Galih Lintartika | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan berhasil menyelamatkan uang Rp 15 juta dari tersangka MF, Plt Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan

Kepala Kejari Kota Pasuruan Mariyadi Idham Khalid mengatakan, dari tangan tersangka, penyidik berhasil menyita uang tunai Rp 15 juta.

Disampaikan dia, uang Rp 15 juta yang disita dari MF ini merupakan hasil setoran dari tersangka FQ, yang didapat dari potongan BOP untuk madrasah diniyah (madin).

"Patut diduga uang Rp 15 juta itu adalah uang yang didapatkan dari hasil pengumpulan potongan BOP untuk madin," katanya, Jumat (18/6/2021).

Menurut Kajari, penyidik belum bisa menyimpulkan berapa jatah uang yang didapatkan oleh tersangka MF dari tersangka FQ.

"Kami perlu waktu untuk mendalami dan memastikannya. Tapi yang jelas, kami sita uang Rp 15 juta tersebut," papar dia kepada TribunJatim.com.

Kajari menerangkan, penyidik meyakini jatah yang didapatkan MF lebih dari itu. Namun, ia masih perlu bukti pendukung. Makanya, perlu pengembangan lebih lanjut.

Baca juga: Jumat Keramat, Kejari Kota Pasuruan Tetapkan Plt Kepala Kemenag Jadi Tersangka

Seperti yang diberitakan, Korps Adhyaksa kembali menyeret satu tersangka dalam kasus yang membuat negara merugi ratusan juta rupiah ini.

Dia adalah MF. Yang bersangkutan adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). MF menjabat sebagai Plt Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan.

MF ditetapkan tersangka, Jumat (18/6/2021) siang. Selanjutnya, MF langsung dijebloskan ke Lapas Kelas II B Kota Pasuruan sebelum salat Jumat.

MF ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan pengembangan, pendalaman data dan fakta, akhirnya penyidik mengambil kesimpulan.

Penyidik kejaksaan menemukan fakta permulaan baru yang mengarah keterlibatan MF. Dalam hal ini, penyidik menduga MF menikmati hasil potongan BOP.

MF diduga mendapatkan aliran dana hasil dari potongan BOP untuk madin. Akad dan berapa besarannya masih perlu waktu untuk pendalaman.

Berita tentang BOP

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved