Breaking News:

Berita Jatim

Sayangkan Perusakan Posko Penyekatan Jembatan Suramadu, Ulama Bangkalan: Bukan Diskriminasi Madura

Sayangkan perusakan pos penyekatan di Jembatan Suramadu pada Jumat pagi. Ulama Bangkalan keluarkan fatwa.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
istimewa
Tangkapan layar kericuha yang terjadi di pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusakan pos penyekatan di Jembatan Suramadu oleh warga yang menolak untuk tes swab antigen Covid-19 memantik keprihatinan sejumlah pihak.

Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair.

Putra KH Zubair Muntashor, keturunan dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan di Jembatan Suramadu pada Jumat pagi. 

"Seharusnya, kejadian itu tidak perlu terjadi jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari Covid-19,” ujar Ra Fathur, saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Pasca Kericuhan di Pos Penyekatan Jembatan Suramadu, Pemkot Surabaya Tambah Personel

Menurut dia, penyekatan dan swab antigen yang dilakukan pemerintah di Suramadu adalah bentuk ikhtiar menekan penyebaran virus Corona ( Covid-19 ). Sehingga, pandemi bisa terkendali. 

Ini akan sekaligus mengantisipasi dampak buruk yang lebih besar.

“Sebagai muslim, kita harus mencegah kemudaratan yang lebih besar,” ujarnya.

Ra Fathur menyebut, penyekatan di Suramadu bukan bentuk diskriminasi terhadap warga Madura.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved