Breaking News:

Berita Surabaya

Lukisan 8 Meter I Nyoman Ari Winata Terpajang di Goedang Loekisan, Sarat Kekhasan dan Tradisi Bali

Lukisan sepanjang 8 meter buatan I Nyoman Ari Winata terpajang di Goedang Loekisan Ciputra World Surabaya. Sarat kekhasan dan tradisi Bali.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Akira Tandika
Lukisan sepanjang delapan meter buatan I Nyoman Ari Winata terpajang di Goedang Loekisan Ciputra World Surabaya. Meski tampak gelap, lukisan itu sarat akan makna kehidupan yang baik dan bijak. Hal itu ia simbolkan dengan gambar gajah. 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lukisan sepanjang delapan meter tampak terpampang di dinding Goedang Loekisan Ciputra World Surabaya (CWS).

Lukisan buatan I Nyoman Ari Winata itu ternyata sarat akan makna kehidupan yang baik dan bijak.

Hal itu ia simbolkan dengan gambar gajah.

"Lukisan ini menggunakan simbol gajah yang dianggap sebagai lambang kebajikan. Selain gajah, karena pelukis berasal dari Bali, maka ia tuangkan juga kehidupan masyarakat di sana," terang Abidin Ezra Pemilik Goedang Loekisan.

Abidin menjelaskan, tak hanya satu atau dua daerah saja yang digambarkan Ari dalam lukisan tersebut.

Melainkan hampir seluruh tradisi dan kekhasan masyarakat Bali, ada dalam lukisan itu.

Baca juga: Mengintip Pameran Lukisan Karya Yayak Yatmaka, Gambar Sebagai Senjata Rakyat Merdeka

Diantaranya, tradisi Melasti, upacara Ogoh-ogoh, dan masih banyak lagi. Bahkan, Ari juga menggambarkan monyet dalam lukisan itu untuk melambangkan tempatnya tinggal yakni, Tabanan.

Ari, lanjut Abidin, bukan tipikal pelukis konseptor, dimana mereka sudah tahu hasil akhir lukisannya akan seperti apa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved