Breaking News:

Berita Kota Kediri

sebulan Penuh Pagelaran Wayang Potehi di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri

Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri kembali menggelar Wayang Potehi yang berlangsung sebulan penuh.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Didik Mashudi)
Pertunjukan wayang Potehi yang berlangsung di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Sabtu (19/6/2021). 

Reporter : Didik mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri kembali menggelar Wayang Potehi yang berlangsung sebulan penuh. Acara dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan mencegah Covid 19, Sabtu (19/6/2021).

Pagelaran wayang ini untuk memenuhi pihak yang telah order nanggap pagelaran Wayang Potehi baik dari pihak perorangan maupun perusahaan.

Seperti yang tercatat di agenda pemesan pagelaran wayang merupakan order dari perusahaan, perorangan dan pengusaha dari Kediri, Surabaya, Malang dan Jakarta.

Dua lakon wayang yang dipilih merupakan cerita serial seperti Sie Kong dan Cap Pwe Lo Hwan Ong. Setiap hari ada 2 sesi pagelaran masing-masing berlangsung selama 3 jam.

Pagelaran pertama siang pukul 14.00 - 16.00 WIB serta sore sampai malam pukul 17.00 - 19.00 WIB. Tidak banyak pemirsa yang menyaksikan pertunjukan Wayang Potehi.

Dua kursi panjang yang ada di depan panggung juga tidak banyak yang melihat. Malahan sering kali pertunjukan tidak ada penontonnya.
Meski begitu pertunjukan tetap berlangsung sesuai jadwal baik ada maupun tidak ada penontonnya. Dialog permainan juga berlangsung dengan bahasa Indonesia diiringi musik, kempleng dan tambur.

Baca juga: 6 Wisata Budaya yang Bisa Dilakukan saat Imlek, Salah Satunya Menonton Petunjukkan Wayang Potehi

Daftar jadwal pentas wayang Potehi telah berlangsung sejak Mei 2021. Malahan selama Juni 2021 berlangsung sebulan penuh.
Sedangkan jadwal bulan Juli 2021 juga bakal berlangsung sebulan penuh pesanan dari kalangan perusahaan maupun perorangan.
Sugiyo Waluyo, dalang Wayang Potehi menjelaskan, cerita yang diangkat merupakan kisah serial 12 raja pemberontakan.

Dijelaskan Sugiyo Waluyo, sebenarnya ada sejumlah cerita yang ditawarkan kepada pihak-pihak yang nanggap pagelaran Wayang Potehi.
Hanya saja mayoritas yang dipilih hanya Sie Kong dan Cap Pwe Lo Hwan Ong.

"Karena yang dipilih hanya dua serial, akan diceritakan sampai ceritanya tamat," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Setelah kedua serial yang ditampilkan ceritanya tamat, akan menyodorkan kembali serial cerita lainnya.
Menariknya, meski Wayang Potehi merupakan tradisi dan kebudayaan dari China, namun Sugiyo Waluyo sendiri asli Jawa.

Termasuk kru pagelaran Wayang Potehi sebanyak 5 orang, tiga di antaranya merupakan orang Jawa yang ikut nguri-nguri kebudayaan.
Ketertarikan Sugiyo Waluyo terhadap Wayang Potehi karena kebetulan rumahnya di Surabaya berdekatan dengan kelenteng. Sehingga semasa kecil sering mencari hiburan dengan menonton Wayang Potehi di kelenteng.

Berita tentang Wayang potehi

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved