Breaking News:

Berita Gresik

Tingkatkan Kebutuhan Gas, Petrokimia Gresik MoU Dengan Kangean Energy Indonesia

Petrokimia Gresik, meneken Memorandum of Understanding (MoU) jual beli gas bumi dengan Kangean Energy Indonesia (KEI). Gas tersebut digunakan untuk

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo (kanan) bersama dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu dalam event 'Oil & Gas Investment Day' di Jakarta, Jumat (18/6/2021). 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Petrokimia Gresik, meneken Memorandum of Understanding (MoU) jual beli gas bumi dengan Kangean Energy Indonesia (KEI). Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga, Jumat (18/6/2021). 

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu dalam event 'Oil & Gas Investment Day' di Jakarta. 
Kegiatan itu juga disaksikan  Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman serta Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, dalam kesepakatan ini, Petrokimia Gresik berencana membeli gas bumi dari Lapangan Gas Wilayah Kerja Kangean yang diperkirakan onstream pada tahun 2027, dengan besaran yang akan ditentukan kemudian.

Gas dari KEI ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk Amoniak-Urea (Amurea) eksisting, atau pabrik lainnya. Diketahui, gas bumi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK dan ZA. 

"Untuk itu, dibutuhkan jaminan pasokan gas bumi yang berkelanjutan, agar target produksi pupuk tidak terganggu, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga," kata Dwi Satriyo dalam rilis humas Petrokimia Gresik.

Saat ini kebutuhan gas bumi Petrokimia Gresik mencapai 144 MMSCFD, yang dipenuhi dari beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan, kebutuhan gas bumi bagi Petrokimia Gresik semakin penting untuk mendukung program related diversified industry atau meneruskan hilirisasi produk. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. 

"Program ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah atau profitabilitas," imbuhnya. 

Sementara Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, mengatakan  gas bumi merupakan komponen yang sangat penting bagi industri pupuk. Sehingga kepastian pasokan dan ketersediannya sangat menentukan keberlanjutan dan pengembangan perusahaan. 

Oleh karena itu, Bakir juga sangat mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), yang telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. 

Baca juga: Pemkot Kediri Membentuk LKBH Korpri, Berikan Perlindungan Hukum pada ASN

“Melalui surat keputusan tersebut, Pupuk Indonesia bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing,” kata Bakir. (ugy/Sugiyono

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved