Breaking News:

Arti Kata

Arti Kata Fetish pada Kasus Suami Bungkus Istri seperti Mumi, Benarkah Ini Termasuk Kelainan Seks?

Heboh di media sosial, suami hobi bungkus istri seperti mumi lalu diminta pose. Berikut ini arti kata fetish yang perlu diketahui.

Instagram.com/@viralrepost.id
Viral di media sosial foto-foto wanita yang dibungkus kain seperti mumi. 

Editor: Ficca Ayu Saraswaty

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini arti kata fetish yang perlu Anda ketahui.

Belakangan ini heboh suami bungkus istri seperti mumi.

Setelah membungkus istrinya bak mumi, suami itu menyuruh istrinya pose.

Benarkah hal tersebut termasuk kelainan seks?

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Arti Kata Kuyang, Julukan yang Didapat Evan Sanders Ikatan Cinta, Rafael & Nino Kuyang ke Samarinda

Suami pamer fetish membungkus istrinya bak mumi.
Suami pamer fetish membungkus istrinya bak mumi. (Instagram.com/@duniapunyacerita)

Foto-foto wanita yang dibungkus kain seperti mumi viral di media sosial.

Parahnya, foto tersebut diunggah sendiri oleh sang suami.

Foto itu diunggah oleh akun Facebook Herman Zent.

Di situ Herman membungkus istrinya satu badan dengan kain krem keemasan dan juga ada berwarna ungu. Bahkan sampai menutup wajahnya.

Di foto lain, ada juga sang istri yang sedang mengekana jilbab.

"Bungkus-bungkus istri lagi," tulis Herman Zent di akun Facebooknya.

Di beberapa foto lain, perempuan yang sudah dibungkus itu mengenakan setelan kemeja dan rok hitam panjang dengan jilbab warna hitam, layaknya penampilan pegawai kantoran.

Tak hanya dibungkus, sang istri juga diminta berpose.

Baca juga: Sidang Vonis Kasus Fetish Jarik Gilang di PN Surabaya Ditunda Hakim, Pengacara Terdakwa Keberatan

Dalam caption postingannya, Herman Zent menegaskan bahwa sosok wanita yang dibungkus itu adalah istrinya sendiri.

"Bungkus-bungkus istri, yang dibungkus istri sendiri, jadi gak ada yang dirugikan," tulis tulis Herman Zent di akun Facebooknya sambil menyelipkan emoji tersenyum.

"Kembali menekankan, bahwa yang difoto itu adalah istri saya sendiri. Jadi tidak ada pihak yang dirugikan. Camkan itu," tegasnya lagi.

Diketahui postingan Herman Zent itu diunggah pada November 2020. Namun kini netizen kembali dibuat geger.

Aksi Herman Zent ini membuat netizen teringat dengan sosok Gilang fetish yang membungkus para wanita pakai kain jarik.

Gilang Fetish diketahui sempat bikin heboh akibat aksinya yang membungkus para wanita dengan kain jarik di bulan Juli 2020.

Disebutkan, Herman Zent memiliki fetish kepada seseorang yang terbungkus seperti mumi, meski itu istri sendiri.

Baca juga: Gilang Fetish Kain Jarik Akui Ada 25 Korban, Polrestabes Surabaya Bakal Cek Kejiwaan Tersangka

Apa Itu Fetish?

Thread Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY yang viral di media sosial Twitter.
Thread Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY yang viral di media sosial Twitter. (Twitter.com/@m_fikris)

Dilansir dari YouTube tvOneNews, psikolog Kasandra Putranto awalnya menjelaskan terlebih dahulu apa itu fetish.

Menurut sang psikolog, fetish termasuk ke dalam kelainan seksual atau penyimpangan seksual.

Gejalanya seperti orang tersebut mengagumi suatu objek secara berlebihan.

Selain bagian tubuh lain, bisa juga kepada benda mati, misalnya sepatu, sendal, baju, bagian baju dalam dan sebagainya.

Bahkan, hanya dengan memandang objek saja, dia dapat mencapai orgasme.

"Fetish itu adalah gangguan atau penyimpangan seksual di mana seseorang mencari pemuasan kebutuhan dari benda-benda mati dan bagian tubuh yang non alat reproduksi.

Bisa jadi itu kaki, tangan, kuku, jempol. Tapi bukan bagian yang biasanya dan wajarnya orang-orang lain secara normal misalnya," jelas Kasandra.

Baca juga: Arti Kata Gemoy, Panggilan Encus Mirna untuk Fara Shakila, Pemeran Reyna Anak Al-Andin Ikatan Cinta

Dilansir dari The AsianParents, fetish bukanlah suatu hal yang dapat dengan mudah diketahui.

Hal ini karena saat cenderung menyukai sebuah fetish, maka akan langsung menikmatinya, tanpa mengkategorikan fetish tersebut terlebih dahulu.

Misalnya, seorang lelaki punya fetish pada sepatu hak tinggi.

Maka dia tidak akan orgasme apabila pasangan seksualnya tidak menggunakan sepatu hak tinggi ketika sedang berhubungan seks dengannya.

Sementera itu, menurut dr. Alvina, Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa dari Primaya Hospital Bekasi Barat menerangkan bahwa fetish adalah objek yang tidak hidup.

"Fetish adalah objek yang tidak hidup," kata Alvina kepada Kompas.com.

Sementara fetishim adalah penggunaan objek yang tidak hidup sebagai metode untuk membuat seseorang terangsang secara seksual.

Alvina mengatakan, fetishism mungkin bisa terjadi saat anak menjadi korban atau anak melihat penyimpangan seksual.

Namun ada juga teori yang mengatakan bahwa perilaku fetishism bisa berkembang di masa pubertas.

Fetishism belum tentu gangguan jiwa sepanjang tidak menimbulkan distres dan tidak menimbulkan gangguan fungsi.

Lantas, apakah kondisi ini berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain?

Baca juga: Arti Kata GOAT, Istilah Populer di Dunia Olahraga, Salah Kaprah Bukan Kambing, Sudah Ada Sejak 2018

Pelaku fetish kain jarik.
Pelaku fetish kain jarik. (Kolase/IST/twitter/@yusril_kurzah dan @m_fikris)

Ketika fetishism sudah menimbulkan distres dan gangguan fungsi, tentu bisa menimbulkan dampak buruk bagi dirinya dan orang lain.

Dampak buruk bagi orang lain dapat timbul bila perilaku fetishism melanggar hak orang lain dalam rangka mencari objek fetish.

"Misalnya seseorang jadi mencuri pakaian dalam dan menimbulkan rasa tidak aman bagi lingkungan," kata Alvani.

Selain itu, orang dengan fetishism biasanya disertai gangguan mental lainnya.

Apakah fetishism dapat disembuhkan?

Fetishism belum tentu gangguan jiwa sepanjang tidak menimbulkan distres dan tidak menimbulkan gangguan fungsi.

Untuk memenuhi kriteria gangguan jiwa, seseorang dengan fetishism harus mengalami distres yang bermakna dan gangguan fungsi seperti merasa terganggu atau menderita dengan kondinsinya.

"Saat menjadi gangguan, diagnosisnya menjadi gangguan fetihistik," kata Alvina.

Menurut Alvina, gangguan fetihistik bisa diterapi dengan berbagai modalitas psikoterapi baik individual maupun kelompok.

Selain dilakukan psikoterapi, seorang psikiater juga dapat memberikan terapi obat-obatan dan hormon untuk membantu penyembuhan penderita fetishism.

Karena perilaku fetishism dapat terbentuk sejak masa anak-anak dan pubertas, untuk menghindarinya, Alvina mengimbau masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Selain itu juga peduli pada kesehatan anak baik secara fisik maupun mental dan bersikap melindungi anak dari paparan kekerasan.

"Baik kekerasan fisik, mental, maupun seksual," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Heboh! Suami Hobi Bungkus Istri Seperti Mumi Lalu Disuruh Pose, Benarkah Ini Termasuk Kelainan Seks?

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved