Breaking News:

Berita Jatim

Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Jalani Pelimpahan Tahap II di Kejati Jatim

Setelah dinyatakan lengkap berkas kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Jatim cabang Kepanjen, Malang, para tersangka menjalani pelimpahan tahap II.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
para tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Jatim cab. Kepanjen, Malang jalani pelimpahan tahap II di Kejati Jatim. 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah dinyatakan lengkap berkas kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Jatim cabang Kepanjen, Malang, para tersangka menjalani pelimpahan tahap II. 

Ada empat tersangka dalam kasus ini diantaranya DB, MR, ED dan AP. 

Berkas dinyatakan lengkap atau P21 awal pekan kemarin. Para tersangka kini dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan. 

Terhitung mulai tanggal 17 Juni 2021 di Cabang Rumah Tahanan kelas I Surabaya pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

"Penahanan Rutan para tersangka dilakukan atas dasar subyektif dan obyektif," kata Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim, Fathurrohman, Minggu, (20/6/2021). 

Tersangka disangka melanggar primair pasal 2 sub psl 3 UU Tindak Pidana Korupsi (TPK) jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP yang ancaman hukuman diatas 5 tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti.

"Selanjutnya Penuntut Umum akan segera melengkapi surat dakwaan guna dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya," lanjut Fathur. 

Baca juga: Melebihi Garis Marka Jalan, Pengendara Motor Tabrak Mitsubishi Pajero Hingga Tewas

Sebelum diserahkan kepada JPU, para tersangka terlebih dahulu menjalani tes kesehatan dan swab antigen dan dinyatakan negatif.

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara Bank Jatim Cabang Kepanjen ini Penyidik Kejati Jatim telah menetapkan empat orang tersangka. 

Dan memeriksa lebih dari 90 orang saksi, lebih dari dua ahli. Serta menyita lebih dari 100  barang bukti berbagai bentuk dan melakukan beberapabeberapaq penggeledahan.

Dari hasil audit dengan BPKP Jatim ini kerugian negara mencapai Rp170 miliar lebih dari perhitungan tahun 2017 sampai 2019.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved