Breaking News:

Berita Surabaya

Herbacore Konsentrasi Garap Pasar Obat Tradisional

Perusahaan yang bergerak di bidang Industri Ekstrak Bahan Alami (IEB) yang berlokasi di Gresik, PT Herbacore, mulai serius menggarap pasar Industri Ob

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Sri Handi Lestari
Direktur Operasional PT Herbacore, Hendry Setyadarma bersama HRDGA Manager PT Herbacore Gigih R Asmoro, bersama produk ekstrak bahan alami yang dengan brand Herbastory, Sabtu (19/6/2021). 

"Ini juga sebagai komitmen kami kepada UMKM untuk bisa memasuki industri obat tradisional berkolaborasi dengan kami," lanjut Hendry.

Karena untuk memproduksi bahan-bahan itu menjadi ekstrak yang berkualitas dan berkhasiat dibutuhkan teknologi, perlu waktu dan biaya besar. Dan UMKM biasanya tidak memiliki ini.

"Dengan mereka membeli bahan atau memesannya ke kami, mereka bisa meraciknya menjadi obat, misal dikemas menjadi kapsul dan dijual. Karena kami memiliki semua ijin yang dibutuhkan," ungkap Hendry.

Untuk saat ini, kapasitas pengolahan obat tradisional yang dimiliki Herbacore mencapai 120 ton per bulan. Namun karena masih baru berproduksi di tahun 2020, maka yang terpakai masih mencapai 20 persen dari total kapasitas.

"Kami yakin, dengan edukasi pasar dan mulai berubahnya gaya hidup masyarakat ke arah alami, pasar obat tradisional akan menjadi semakin besar," lanjut Hendry.

Selain pasar dalam negeri, saat ini Herbacore juga tengah melakukan penjajakan pasar ekspor, utamanya pasar Timur Tengah.

Menurutnya, pasar Timur Tengah cukup menjanjikan karena orang Timur Tengah sudah sangat familiar dengan rempah-rempah.

"Sekarang masih penjajakan. Harapan kami, ketika kami berhasil masuk pasar Timteng ini, maka produksi kami akan semakin besar hingga kapasitas produksi bisa dimaksimalkan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, HRDGA Manager PT Herbacore Gigih R Asmoro, juga memberikan penjelasan terkait adanya informasi yang tidak benar terkait Herbacore.

"Dalam informasi itu kami disebut sebagai pabrik farmasi yang mencemari lingkungan. Padahal kami adalah IOT bukan masuk farmasi," jelas Gigih.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved