Breaking News:

Berita Jatim

Bupati Bangkalan Ra Latif Resmi Berlakukan SIKM, Penyekatan Tetap Diterapkan di Suramadu

Bupati Bangkalan Ra Latif resmi berlakukan SIKM, penyekatan tetap diterapkan di Suramadu. Tes antigen dan penerbitan SIKM ini gratis.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE
Penyekatan Rapid Antigen di gerbang Suramadu, Kamis (10/6/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron bersama Forkopimda Jawa Timur memutuskan untuk memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga Bangkalan yang akan keluar masuk Bangkalan-Surabaya. 

SIKM ini akan menjadi 'senjata' bagi warga Bangkalan yang memiliki mobilitas di sektor ekonomi, pelayanan, maupun untuk kepentingan pekerjaan. 

Meski sudah ada SIKM, namun Bupati Bangkalan yang akrab disapa Ra Latif ini menekankan bahwa penyekatan dan pemeriksaan di kaki Suramadu, baik di Bangkalan maupun Surabaya tetap dibuka, khususnya untuk melakukan rapid test antigen on the spot bagi mereka yang tidak memiliki SIKM. 

"Kami ingin menyampaikan terkait pemberlakuan SIKM. Ini berlaku bagi warga Bangkalan yang keluar masuk Surabaya. Ini untuk menghindari kerumunan yang ada di penyekatan, baik di sisi Bangkalan maupun Surabaya," kata Ra Latif, dalam jumpa pers yang dilakukan di BPWS Bangkalan seusai rakor dengan Forkopimda Jatim. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan juga Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto hadir langsung dalam rakor khusus terkait penanggulangan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

Turut hadir juga Kadinkes Jatim, Satgas Covid-19 Jatim lengkap, dan juga jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan. 

"SIKM ini berlaku untuk tujuh hari. Adapun bagi warga yang akan masuk dari Surabaya ke Bangkalan, tetap mengikuti penyekatan yang ada di wilayah Surabaya," tegas Ra Latif

Lebih lanjut Ra Latif menegaskan, tujuan pemberlakuan SIKM ini selain untuk mengurangi kerumunan, juga mendorong warga untuk proaktif melakukan tracing dan testing. Sebab sistem SIKM ini mengharuskan warga Bangkalan yang mengajukan untuk datang langsung ke Puskesmas dan melakukan tes swab antigen. 

Baca juga: Empat Hari Angka Positif Covid-19 di Bangkalan Bertambah 376 Orang, Ramai Tagar ‘Bangkalan Bermasker

"Jadi masyarakat yang ingin mengajukan SIKM harus menyertakan hasil antigen negatif. Dengan membawa itu, tentu mereka akan diberikan SIKM. SIKM ini dikeluarkan oleh masing-masing kecamatan," tegas Ra Latif

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved