Breaking News:

Berita Malang

Enam Bakal Calon Rektor UIN Malang Bakal Jalani Wawancara di Pansel Kemenag

Enam bakal calon Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang periode 2021-2025 dijadwalkan menghadap ke pansel di Kemenag. Agendanya adalah wawan

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/sylvianita widyawati
Rektor UIN Malang (baju koko putih) Prof Dr Abdul Haris MAg bersama jajaran pejabat dan pegawai Fakultas Psikologi, Jumat (18/6/2021) lalu. 

Reporter: Sylvianita Widyawati I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Enam bakal calon Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang periode 2021-2025 dijadwalkan menghadap ke pansel di Kemenag. Agendanya adalah wawancara pada 22-23 Juni 2021.

"Dari ini nanti akan dijaring tiga orang," jelas Prof Dr Abdul Haris MAg pada wartawan beberapa waktu lalu. 

Dijelaskan, pada 22 Juni, enam balon rektor ke Jakarta. Selanjutnya diundi jadwalnya. Ada yang presentasi pada 22 Juni dan keesokan harinya, 23 Juni.

Adapun enam balon rektor itu adalah Prof Dr Umi Sumbulah MAg Pascasarjana),  Prof Dr Bayyinatul Muchtaromah dan Prof Dr Zainuddin (Wakil Rektor I UIN Malang), Prof Roibin MHI, Prof Dr Abdul Haris sebagai rektor petahana dan Prof Dr Suhartono. 

"Persiapannya ke Jakarta ya berdoa, sholawatan, bersedekah. Juga mengingat-ingat tentang tugas dan fungsi sebagai rektor, program unggulan dll," jelas Haris.

Pendaftar balon rektor sebenarnya ada tujuh orang. Tapi pada 20 April 2021, Prof Dr Nur Yasin mengundurkan diri secara dengan surat tertulis karena ada jadwal terapi. 

Masa jabatan Haris akan berakhir pada 28 Juli 2021 nanti. Meski rektor petahana, namun ia tidak mau jumawa dengan berpeluang dipilih lagi.

"Ya belum tentu. Yang jelas, yang dipilih hanya satu," jawabnya. Karena jabatan rektor adalah periodisasi, dalam setiap kesempatan saat ada kegiatan di UIN Malang, ia selalu mendorong UIN berinovasi. 

Apalagi nama UIN Malang sudah sangat dikenal luas. Termasuk dorongan membuat terobosan baru berupa prodi dan fakultas baru.

Selama Haris menjabat Rektor UIN, telah menambah 21 guru besar baru. Sehingga jumlahnya kini menjadi 29 gubes.

Saat ini yang berproses menjadi gubes juga cukup banyak. Ia ingin setiap prodi di UIN memiliki satu gubes. 

Data terbanyak gubes aktif ada di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Sebab fakultas ini tertua. Juga mendorong ada gubes lahir di Fakultas Humaniora. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved