Breaking News:

Berita Pasuruan

Gus Ipul Siapkan Empat Solusi Atasi Ledakan Covid-19 

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan ada empat poin yang diputuskan bersama dari hasil rapat koordinasi penanganan Covid-19 di

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/Galih Lintartika
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memimpin rapat dadakan penanggulangan Covid-19 di Pendopo Kota Pasuruan, Sabtu, 19 Juni 2021. 

Reporter: Galih Lintartika | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN- Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan ada empat poin yang diputuskan bersama dari hasil rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kota Pasuruan.

Gus Ipul mengatakan, pertama, Pemkot akan mengambil langkah - langkah medis untuk percepatan penyelesaian 53 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dari kluster ziarah beberapa waktu lalu.

"Dari hasil pemeriksaan. 53 orang itu yang masuk kategori ringan ada tujuh orang, dan sisanya masuk kategori yang tidak bergejala. Mereka semuanya diisolasi di tiga shelter atau rumah isolasi," kata Gus Ipul, Senin (21/6/2021).

Selain itu, kata Gus Ipul, dari hasil swab PCR, pihaknya tidak menemukan tanda - tanda varian COVID-19 baru atau varian delta dari 53 orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Kota Pasuruan.

"Dari hasil pemeriksaan, parameternya masih memenuhi standar. Jadi, kami tidak perlu mengirim hasil ini ke Surabaya karena tidak ditemukan varian baru di kasus Kota Pasuruan," paparnya.

Selain itu,kata Gus Ipul, bagi pasien positif Covid-19 yang kondisinya memang sakit, akan dibawa ke RSUD dr Soedarsono Purut Kota Pasuruan untuk menjalani perawatan intensif.

Baca juga: Di Depan Eri Cahyadi, Pendemo dari Madura Curhat Soal Tempat Isolasi Milik Pemrov: Tak Taat Prokes

"Kami akan terus awasi dan amati masing - masing pasien sampai sembuh. Kalau ada yang sakit, langsung dibawa ke rumah sakit. Bed Occupation Rating (BOR) masih 44 persen. Kami juga sudah siapkan ruangannya," imbuhnya.

Langkah kedua, lanjut Gus Ipul, pengawasan ketat di dua RW di lingkungan Trajeng. Disampaikan dia, Dandim, Kapolres, Satpol PP dan jajaran siap mengawasi semua kegiatan masyarakat disana.

"Keluar masuknya masyarakat, dari menit ke menit, detik ke detik dan seterusnya akan diawasi sampai dua minggu ke depan. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved