Breaking News:

Berita Surabaya

Percepat UMKM Go Digital, Kemenperin Gelar e-Smart IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten memberdayakan pelaku industri kecil dan menengah melalui program e-Smart Industri Kecil Meneng

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
sri handi lestari/surya
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (berbatik merah) bersama para pelaku IKM sektor logam, mesin, elektronik dan alat angkut saat worshop E-Smart IKM yang digelar di Surabaya, Senin (21/6/2021). 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten memberdayakan pelaku industri kecil dan menengah melalui program e-Smart Industri Kecil Menengah (IKM).

Program yang telah berjalan sejak 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM itu kembali digelar di tahun 2021 ini, yang salah satunya di kota Surabaya, Senin (21/6/2021) untuk pelaku IKM sektor logam, mesin, elektronika, dan alat angkut.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan program e-Smart IKM digelar dalam bentuk workshop-workshop di berbagai daerah. "Adapun materi workshop berupa pembuatan konten video pemasaran online, tip dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace untuk pemasaran dan lainnya," kata Gati.

Termasuk juga dalam rangka pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta mengenai sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Pasar Digital BUMN.

“Tahun ini Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi, pelatihan, dan pendampingan e-business kepada 4.000 pelaku IKM di Tanah Air,” lanjut Gati.

Workshop e-Smart IKM yang digelar di salah satu hotel di Surabaya ini diikuti 300 IKM, dengan 100 peserta hadir secara offline dan 200 peserta hadir secara online. Bagi peserta yang hadir offline, wajib melakukan pemeriksaan test swab antigen dan bila hasilnya negatif baru diizinkan untuk masuk ke ruangan workshop.

Gati mengakui, sejak tahun 2017 sampai saat ini, IKM yang tercatat memanfaatkan digital hanya tumbuh sekitar 1 persen per tahun.

"Dan itu menjadi tantangan bagi kami. Terutama untuk produk logam, permesinan, elektronika dan alat angkut ini," ungkap Gati.

Dalam workshop di Surabaya itu, Dirjen IKMA bekerja sama dengan marketplace Blibli dan Shopee, Surveyor Indonesia, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Pasar Digital Kementerian BUMN. Sebagai tindak lanjut workshop, nantinya peserta akan mendapatkan bimbingan langsung oleh tim dari marketplace, workshop kebijakan pemerintah, workshop bisnis digital dan manajemen bisnis.

Baca juga: Strategi Kota Kediri Percepat Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Dorong UMKM Masuk Marketplace

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved