Breaking News:

Berita Tulungagung

Puluhan Tahun 300 Hektare Lahan Pertanian di Tulungagung Kerap Gagal Panen karena Luapan Air Siphon

Puluhan tahun 300 hektare lahan pertanian di Tulungagung ini kerap gagal panen karena luapan air dari saluran siphon.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Anggota Komisi B DPRD Tulungagung bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau siphon yang dianggap bermasalah, Senin (21/6/2021). 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Lahan pertanian seluas 300 hektare di Kecamatan Kedungwaru, Karangrejo, Kauman dan Tulungagung kerap terendam air dan gagal panen.

Kondisi ini dipicu oleh saluran siphon Desa Winong dan Majan yang dianggap kurang memadai.

Menurut Camat Kedungwaru, Hari Prastijo, sejak tahun 1990-an luapan air kerap melanda lahan pertanian warga.

Luapan terjadi jika debit air di saluran utama sangat tinggi karena hujan, atau saluran dari Dam Majan dibuka.

Air dari saluran siphon ini meluap dan masuk ke sawah warga hingga menyebabkan gagal panen.

“Sudah berpuluh tahun kondisinya seperti itu. Makanya warga berharap pemerintah mengubah kondisi ini,” terang Yoyok, panggilan Hari Prastijo, Senin (21/6/2021).

Yoyok menambahkan, 150 hektare dari 300 hektare sawah terdampak ada di enam desa di Kecamatan Kedungwaru.

Luapan ini terjadi karena saluran siphon sudah terjadi sedimentasi serta kondisinya yang kurang terawat.

Baca juga: Dua Saluran Irigasi Utama Tertutup Material Longsor, 250 Hektare Sawah di Tulungagung Terganggu

Karena itu, pihaknya memfasilitasi warga untuk mengubah kondisi ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved