Breaking News:

Berita Tulungagung

ABK Kapal Tuna Meninggal di Samudera Hindia, Dievakuasi di Teluk Popoh Tulungagung

Anggota Unit Inafis Satreksirm Polres Tulungagung, Perseonel Polsek Besuki bersama personel Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
david yohanes/surya
Proses evakuasi jenazah ABK dari KM Alam Samudra 18 ke RSUD dr Iskak 

Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Anggota Unit Inafis Satreksirm Polres Tulungagung, Perseonel Polsek Besuki bersama personel Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak menggunakan perahu nelayan, berangkat dari Teluk Popoh, Selasa (22/6/2021).

Tujuannya adalah Kapal Motor Alam Samudera 18, kapal penangkap tuna yang tengah labuh jangkar di mulut teluk.

Mereka mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) KM Alam Samudra 18 yang meninggal dunia.

ABK nahas itu bernama Evin Sebastian (24), warga Dusun Prendeng, Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Jenazah Evin lalu dibawa ke dermaga Pantai Popoh, dan dibawa ke IKF RSUD dr Iskak Tulungagung.

“Dia sudah bekerja di kapal ini selama satu setengah bulan. Sementara dia dikontrak selama enam bulan,” terang Iwan Gunawan (38), perwakilan keluarga.

Iwan menambahkan, pihaknya mendapat kabar kematian Evin pada Minggu (20/6/2021) kemarin.

Baca juga: Polres Tulungagung Menangkap Buron Terduga Pelaku Pemerasan dengan Modus Open BO

Saat itu kapal tengah berlayar di Samudera Hindia untuk menangkap tuna.

Kapal kemudian diarahkan ke dermaga terdekat, dan dipilihlah di Pantai Popoh Tulungagung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved