Breaking News:

Berita Kabupaten Madiun

Bupati Madiun Kaji Mbing Ajak Mantan Pasien Covid-19 Edukasi Warga Pentingnya Disiplin Prokes

Bupati Madiun Ahmad Dawami atau Kaji Mbing ajak mantan pasien Covid-19 mengedukasi warga pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bupati Madiun, Ahmad Dawami. 

Reporter: Rahadian Bagus | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kasus Covid-19 (virus Corona) di Kabupaten Madiun terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya dilakukan Bupati Madiun, Ahmad Dawami untuk menekan angka penularan Covid-19.

Selain mempersiapkan tambahan tempat tidur di dua rumah sakit daerah, bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu juga mengutamakan tindakan preventif atau pencegahan. 

Kaji Mbing menuturkan, yang terpenting dalam perang melawan Covid-19 adalah kesadaran masyarakat.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarkat bahwa ancaman Covid-19 itu nyata dan jumlah korban semakin bertambah.

"Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat semuanya, hingga saat ini Covid-19 belum selesai, justru ada peningkatan, mohon semua pihak memberikan edukasi. Kami sudah mengambil langkah, misalnya penambahan tempat tidur di rumah sakit, tapi yang lebih diutamakan adalah tindakan preventif," kata Kaji Mbing, Selasa (22/6/2021).

Kaji Mbing mengatakan, dirinya sudah meminta bantuan para penyintas atau mantan pasien Covid-19 untuk menjadi relawan. Tugasnya, memberikan edukasi dan mensosialisasikan bahaya Covid-19 serta cara mencegah penularan.

Baca juga: Muncul Klaster Hajatan, Tak Halangi Rencana Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Madiun

"Soal edukasi, kami angkat penyintas atau mantan pasien Covid-19 untuk menjadi relawan membantu mensosialisasikan bahaya Covid-19 dan pentingnya disiplin prokes (protokol kesehatan)," jelasnya.

Kaji Mbing menambahkan, pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh perangkat, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan agar melakukan segmentasi warga yang memiliki risiko penularan tinggi. Misalnya, warga yang bekerja di luar kota, bekerja di kerumunan, atau warga yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga harus ekstra dalam disiplin penerapan prokes. 

Diberitakan sebelumnya, sekitar dua pekan lalu, terjadi klaster hajatan di Desa Bantengan dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved