Breaking News:

Berita Surabaya

Kasus Dugaan Tipu Gelap Jual Beli Kayu di Surabaya, Jaksa Tuntut Hukuman Tiga Tahun Penjara

Jaksa tuntut terdakwa Imam Santoso dengan hukuman tiga tahun penjara atas kasus dugaan tipu gelap jual beli kayu senilai Rp 3,6 miliar, di PN Surabaya

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa menuntut terdakwa Imam Santoso atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli kayu, selama tiga tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (21/6/2021). 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa menuntut terdakwa Imam Santoso atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli kayu, selama tiga tahun penjara. 

Dalam tuntutan tersebut, terdakwa dinilai melanggar pasal 378 KUHP. 

"Menuntut terdakwa Imam Santoso dengan pidana penjara selama tiga tahun," kata jaksa Irene dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (21/6/2021). 

Menurut pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini yaitu perbuatan terdakwa telah mengakibatkan saksi (korban) Williyanto Wijaya Jo mengalami kerugian sebesar Rp 3,6 miliar. 

"Selain itu, terdakwa telah menikmati hasil kejahatannya, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan, dan terdakwa tidak mau mengakui perbuatannya atau tidak menyesali perbuatannya," lanjut jaksa Irene. 

Sedangkan untuk hal meringankan terdakwa, JPU menegaskan tidak ada. 

Baca juga: Bupati Bangkalan Ra Latif Resmi Berlakukan SIKM, Penyekatan Tetap Diterapkan di Suramadu

Atas tuntutan ini, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Sutriono berencana mengajukan nota pembelaan pada persidangan selanjutnya.

"Mohon izin majelis hakim, kami akan mengajukan pembelaan," ujar Sutriono.

Dalam perkara ini, Williyanto Wijaya yang menjadi korban dirugikan sebesar Rp 3,6 miliar lebih akibat sisa pesanan kayu yang dipesan dari terdakwa Imam Santoso tak kunjung dikirim sejak tahun 2017 lalu. 

Pada dakwaan jaksa, uang yang telah dibayarkan ke terdakwa Imam Santoso tidak dikembalikan ke Williyanto Wijaya, melainkan dipergunakan untuk kepentingan PT Randhoetatah Cemerlang, yang tidak ada kaitannya dengan saksi korban.

Berita tentang Surabaya

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved