Breaking News:

Berita Kediri

Kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri Meningkat, Mas Dhito Belum Wacanakan Tutup Objek Wisata Outdoor

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana belum mewacanakan penutupan objek wisata outdoor seiring dengan meningkatnya kasus penularan Covid-19.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/farid
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berada di Gunung Kelud Kediri mengobrol dnegan stakeholder masyarakat pengelola wisata 

Reporter: Farid Mukarrom I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana belum mewacanakan penutupan objek wisata outdoor seiring dengan meningkatnya kasus penularan Covid-19.

Mas Dhito sebutan akrab Hanindhito Himawan Pramana mengatakan sebelumnya bahwa kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri kembali meningkat.

Namun seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 ini, Mas Dhito masih belum menutup seluruh tempat wisata di Kabupaten Kediri.

Salah satu alasan dan pertimbangan adalah selama ini pelaksanaan protokol kesehatan di tempat wisata outdoor berjalan dengan baik.

"Kalau tempat wisata indoor itu dilarang, kalau tempat wisata outdoor memakai masker, menjaga jarak saya rasa tidak masalah," jelasnya.

Menurut Dhito pihaknya juga sudah menunda event atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Kita rapatkan ada kemungkinan event akan kita tunda," tuturnya.

Sementara itu Mas Dhito menuturkan bahwa jumlah BOR (Bed Occupancy Rate) di Kabupaten Kediri sudah meningkat menjadi 78 persen. 

"Dalam kurun waktu 2 minggu terjadi peningkatan hingga 50 persen," terangnya.

Oleh sebab itu mas Dhito memberikan instruksi untuk seluruh Camat dan Kepala Desa menghidupkan kembali Satgas Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

"Apalagi saat ini sudah ditemukan klaster dari Bangkalan Madura," jelasnya.

Putra Menseskab Pramono Anung ini meminta kepada Camat dan Kepala Desa berani mengambil sikap untuk tegas dalam penanganan Covid-19.

"Apabila di jalan A di sana ada 3 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Maka Pemerintah Desa harus tutup, tidak boleh ada aktivitas keluar masuk di sana," tegas Mas Dhito.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved